Novel Ragukan Kesungguhan TGPF Kasusnya

Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 15:25 WIB Politik dan Hukum
Novel Ragukan Kesungguhan TGPF Kasusnya

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi korban penyiraman air keras, Novel Baswedan, menanggapi soal kunjungan tim gabungan pencari fakta (TGPF) beberapa waktu lalu ke KPK.

Novel menyatakan, TGPF bentukkan Polri tidak memiliki mandat yang kuat dan tidak memiliki komitmen yang kuat pula untuk mengungkap kasus berupa teror lain kepada penyidik KPK lainnya. Oleh karenanya Ia urung memberikan keterangan apapun kepada tim gabungan itu.

"Saya ingin komitmen ini lebih dahulu disampaikan oleh tim gabungan dari yang dibentuk pak Kapolri untuk mau mengungkap serangan-serangan terhadap (penyidik) KPK lainnya. Kalau hanya dilakukan investigasi yang sifatnya sekadarnya saja saya kira percuma. Kita ingin komitmen yang jelas, kalau pun ada tim gabungan ya tim gabungan yang mandatnya kuat. Kalau tim gabungan dari pak Kapolri saya tidak yakin itu mandatnya kuat," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4).

"Barangkali itu yang disampaikan kalau komitmen tim gabungan ini mau mengungkap serangan kepada KPK yang lainnya maka saya pikir itu serius dan tentunya saya akan memberikan keterangan kepada orang atau tim yang serius untuk mengungkap," sambungnya.

Baca juga: TGPF Kasus Novel Baswedan Minta Bertemu Novel

Atas dasar itu, Ia enggan bertemu dengan tim gabungan besutan Polri itu. Perihal laporan yang akan dipublikasikan oleh TGPF, Novel juga enggan menjawabnya. Hal itu dikarenakan hingga saat ini Ia belum menerima apapun laporan dari tim gabungan tersebut.

Sementara, Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo, menyarankan agar anggota yang ada di dalam TGPF untuk mengundurkan diri. Hal itu berkenaan dengan belum juga terungkapnya pelaku tindak kekerasan itu.

"Kami menghormati para pakar yang ada di dalam tim tersebut, namun sebagai bukti interlegalitas dan interkualitas, para pakar ini jika ternyata kasus tersebut sangat berat untuk diungkap, maka kami menyarankan agar beliau-beliau untuk mundur saja. Sehingga harapan kami tim gabungan pencari fakta yang sudah kita suarakan dari awal kasusnya bang novel itu dibentuk oleh Presiden," ujar Yudi.

Menurutnya TGPF bentukkan Polri saat ini tidak jua menemukan titik terang permasalahan justru membuat kasus penyerangan Novel semakin meredup. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More