Penggunaan Internet Efisienkan Operasional Nelayan

Penulis: Martinus Solo Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 14:35 WIB Nusantara
Penggunaan Internet Efisienkan Operasional Nelayan

Antara
Nelayan dilengkapi internet untuk meningkatkan perolehan tangkapan ikan.

PENGGUNAAN dan pemanfaatan internet oleh nelayan diharapkan bisa lebih efisien dalam menangkap ikan. Selain itu nelayan yang dibekali aplikasi informasi zona potensi ikan, cuaca dan harga yang tersedia akan menguntungkan nelayan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muh Zulficar Mochtar mengatakan bahwa sosialisasi penggunaan internet untuk nelayan harus terus dilakukan mengingat kegiatan penanangkapan ikan di Indonesia saat ini bertumpu pada nelayan kecil.

"Upaya perlindungan bagi nelayan kecil mutlak dilakukan melalui penyediaan teknologi dan akses komunikasi agar terjadi peningkatan hidup nelayan di Indonesia," kata Zulficar, Jumat (26/4).

Untuk menggenjot perolehan tangkapan ikan, para nelayan dilengkapi dengan aplikasi. Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), dan Ekspedisi Pinhisi  Bakti Nusa dalam mengembangkan aplikasi untuk menangkap ikan.

Pada kesempatan sama, perwakilan BAKTI Kominfo Syarif Maulana mengatakan  bahwa saat ini BAKTI telah melakukan piloting di beberapa lokasi tangkapan nelayan. Para nelayan agar bisa memanfaatkan internet pada radius 100 km ke arah laut.

baca juga: Pelabuhan Dwikora Pontianak Terapkan Sistem Aplikasi NPK-S

"Aplikasi internet yang dikembangkan BAKTI akan menavigasi kapal nelayan menuju titik ikan. Termasuk memberikan informasi tenyang keselamatan pelayaran terutama terkait cuaca dan gelombang laut. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari berbagai aplikasi dan model yang telah dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Syarif. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More