Pengurus Partai NasDem Sukabumi Laporkan Penggelembungan Suara

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 10:50 WIB Politik dan Hukum
Pengurus Partai NasDem Sukabumi Laporkan Penggelembungan Suara

MI/Benny Bastiandy
Jajaran Pengurus NasDem Sukabumi melaporkan dugaan penggelembungan suara, Kamis (26/4) malam.


DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengendus terjadinya dugaan penghilangan perolehan suara pada pemilihan umum legislatif 2019. Jajaran pengurus Partai NasDem memilih melaporkan temuan indikasi itu ke Bawaslu setempat Kamis (25/4) malam.

"Kami harus melaporkan dugaan ini agar segera ditindaklanjuti Bawaslu," tegas Wakil Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi Divisi Advokasi Hukum dan HAM, Amal Mukhammad Mirza, kepada wartawan, usai pelaporan ke kantor Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/4) malam.

Terungkapnya dugaan penggelembungan atau penghilangan perolehan suara itu bermula usai dilaksanakannya pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan di Dapil IV. Dugaan tersebut berdampak terhadap perolehan suara Partai NasDem.

"Suara partai kami jadi berkurangan karena berpindah ke partai lain. Ini juga dialami sejumlah partai lainnya. Jelas ini sangat merugikan kami," ucapnya.

Ia berharap Bawaslu segera menindaklanjuti dugaan temuan itu. Bawaslu harus segera turun tangan menyelidikinya sebagai bagian perwujudan Pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

"Kami juga pastinya akan menyelidiki dugaan ini. Kita berharap Bawaslu akan mengungkap dan mengkaji dugaan ini. Kami dari Partai NasDem akan meminta penanganannya sesuai dengan mekanisme yang ada," tandasnya.

Sekretaris Bappilu DPD Partai Nasdem Kabupaten Sukabumi, Tateng S Salimi, menambahkan pelaporan ke Bawaslu disertai dengan berbagai bukti perolehan suara berdasarkan Form C1 Plano. Tateng juga menginginkan agar Bawaslu bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut.

"Dugaan penyimpangan penggelembungan atau penghilangan suara ini harus diusut tuntas," tegasnya.

Tateng menegaskan, pelaporan adanya tindak pidana pemilu tersebut dilengkapi dengan bukti-bukti komplit. Meskipun tak menyebutkan angka, tapi dari bukti yang ada angkanya cukup fantastis.

"Setiap dapil penggelembungan suara itu berbeda-beda. Dua sampai tujuh suara ke sejumlah partai," jelasnya.

Tateng tak menunjuk hidung langsung oknum pelaku yang nekat melakukan dugaan penggelembungan suara. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan dugaan itu kepada Bawaslu Kabupaten Sukabumi.

baca juga : Lima Parpol Tuding Ada Penggelembungan Suara di Surabaya

"Laporan ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Untuk menguatkan laporan ini kami juga lampirkan bukti-buktinya. Jika tidak ditanggapi kami akan melakukan aksi," pungkasnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Harianto, mengaku akan mengakomodir pelaporan dugaan terjadinya penggelembungan suara yang dilaporkan jajaran pengurus Partai NasDem. Laporan akan dikaji terlebih dulu sebelum nanti mengambil langkah penanganannya.

"Dimungkinkan adanya kesalahan dalam penghitungan suara. Laporan dari pengurus Partai NasDem sudah kami terima. Nanti kami akan kaji dulu laporannya dan melihat syarat formil materilnya lengkap atau tidak," tegas Teguh. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More