Korut Minta AS Bayar Biaya Rumah Sakit Warmbier

Penulis: Sonya Michaella Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 12:30 WIB Internasional
Korut Minta AS Bayar Biaya Rumah Sakit Warmbier

AFP/KCNA VIA KNS
Otto Warmbier memberikan keterangan pers setelah ditangkap pemerintah Korut, 29 Februari 2016.

KOREA Utara (Korut) menyerahkan tagihan rumah sakit Otto Warmbier, warga Amerika Serikat (AS) yang pernah ditahan Korut dan kembali dalam keadaan koma sebelum akhirnya meninggal kepada AS sebesar US$2 juta atau setara Rp28 miliar.

Warmbier pernah ditahan Korut selama 17 bulan dan akhirnya kembali ke AS dalam keadaan koma pada 2017. Ia dihukum 15 tahun penjara karena mengambil poster propaganda saat berwisata ke Pyongyang pada 2016.

Dilaporkan Guardian, Jumat (26/4), pejabat AS yang dikirim Presiden Donald Trump ke Pyongyang untuk menjemput Warmbier saat itu menandatangani kesepakatan untuk membayar sejumlah tagihan, salah satunya tagihan rumah sakit selama merawat Warmbier.

Namun, tidak jelas apakah tagihan tersebut dikirim ke Kementerian Keuangan AS atau tidak. Pasalnya, saat ini, para pejabat Korut kembali menagih biaya tersebut dan mengklaim AS tidak menepati janji.

Baca juga: Korut Membutuhkan Jaminan Keamanan

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders enggan menanggapi laporan ini. Sanders hanya mengatakan tidak ada uang yang dikeluarkan untuk membebaskan Warmbier.

Sebelumnya, AS disebut-sebut pernah meminta kompensasi kepada Korut senilai US$500 juta atau setara dengan Rp71,4 triliun untuk diberikan kepada orangtua Warmbier.

Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia sudah mengeluarkan putusan standar pada Desember, memerintahkan Korut membayar US$450 juta dalam ganti rugi hukuman untuk Warmbier dan orangtuanya. Namun, gugatan itu tidak dihiraukan Korut.

Korut telah menolak gugatan tersebut dan membantah bertanggung jawab atas kematian Warmbier. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More