Jumat 26 April 2019, 09:54 WIB

Sri Lanka Revisi Jumlah Korban Tewas

Antara | Internasional
Sri Lanka Revisi Jumlah Korban Tewas

AFP/LAKRUWAN WANNIARACHCHI
Kerabat membawa peti jenazah korban serangan bom Sri Lanka yang akan dimakamkan.

 

PARA pejabat Sri Lanka merevisi jumlah korban tewas dalam pengeboman Minggu (21/4)  saat perayaan Paskah dengan mengurangi sebanyak 100 orang pada Kamis (25/4), karena kesulitan yang dialami dalam mengidentifikasi bagian-bagian jasad di lokasi-lokasi pengeboman.    

Angka resmi yang baru ialah 253, turun dari 359 sebelumnya, kata Deputi Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene.

Ia menyalahkan data tak akurat yang diberikan oleh kamar-kamar mayat karena perbedaan tersebut.    

Anil Jasinghe, direktur jenderal layanan kesehatan Sri Lanka, mengatakan angka yang ada merupakan perkiraan.

"Angkanya bisa jadi 250 atau 260. Saya tidak bisa menyebut secara pasti. Begitu banyak bagian tubuh dan sulit untuk memberikan berapa angka persis." katanya.    

Baca juga: Menteri Pertahanan Sri Lanka Mengundurkan Diri

Serangan-serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel mewah telah menunjukkan kegagalan intelijen dengan berbagai tuduhan bahwa peringatan-peringatan belum ditindaklanjuti dan pertikaian di tingkat tinggi pemerintah telah mempengaruhi kerja sama keamanan,    

Menteri Pertahanan Hemasiri Fernando mengundurkan diri atas kegagalan mencegah serangan-serangan tersebut, walaupun dia mengatakan bahwa pihak berwenang telah bertindak menanggapi informasi intelijen dari India yang memperingatkan serangan-serangan yang akan dilakukan segera.    

"Kami menangani hal itu. Semua lembaga bekerja terkait hal itu," kata Fernando.

Dia mengatakan mengundurkan diri untuk mengambil tanggung jawab atas institusi-instusi yang berada di bawahnya, tetapi mengatakan tidak ada kegagalan di pihaknya.    

Kepolisian mengeluarkan nama-nama dan foto-foto empat pria dan tiga wanita yang dicari terkait dengan serangan-serangan tersebut karena ketakutan bom dan penyisiran keamanan membuat negara itu berada di ujung tanduk.    

Sebagian besar korban tewas adalah warga Sri Lanka walaupun pihak berwenang mengatakan sedikitnya 38 warga negara asing juga tewas, banyak turis yang sedang duduk untuk makan pagi di salah satu bagian atas hotel-hotel ketika para pengebom beraksi.    

Para warga asing itu berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Turki, India, Tiongkok, Denmark, Belanda, dan Portugis. Sekitar 500 orang menderita luka-luka. (OL-2)

Baca Juga

AFP/Olga Maltseva

Tidak Lama Lagi, Rusia Uji Klinis Vaksin Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 31 Mei 2020, 15:10 WIB
Uji klinis merupakan tahap pengujian vaksin kepada manusia. Sejumlah peneliti di Rusia tengah mengembangkan 50 kandidat vaksin...
AFP/Adam DelGiudice

Protes Kasus George Floyd Berlanjut, WNI Diimbau Jauhi Kerumunan

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 31 Mei 2020, 13:55 WIB
KJRI Houston telah mengeluarkan imbauan kepada WNI untuk menghindari kerumunan massa dan mematuhi aturan otoritas...
AFP/Sean Davey

Australia Sambut Baik Undangan Trump ke G7

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 13:30 WIB
Australia akan menyambut undangan resmi tersebut, guna memperkuat kerja sama di antara negara-negara yang sepemikiran pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya