Dinkes Bali Ajak Jaga Kebugaran dengan Spa dan Akupuntur

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 10:30 WIB Nusantara
Dinkes Bali Ajak Jaga Kebugaran dengan Spa dan Akupuntur

MI/RAMDANI
Technical Akupuntur Puskesmas melakukan terapi kepada pasien.

PENGOBATAN tradisional menjadi layanan komplementer dalam sistem pelayanan kesehatan. Pemerintah Provinsi Bali melalui dinas kesehatan (Dinkes) mulai serius melakukan standarisasi pengobatan tradisional di bawah Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).

Pada 2018, pemerintah membentuk Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Kesehatan Pengobatan Tradisional yang di dalamnya tersedia ramuan tradisional, akupuntur, dan pijat refleksi akupresure termasuk spa melalui Griya Sehat.

Kepala UPTD I Gusti Ayu Putri Mahadewi menjelaskan pemerintah provinsi mengembangkan spa dan akupuntur di pelayanan kesehatan tingkat pertama yakni Puskesmas yang berjumlah 120 di provinsi Bali.

"Kita tidak menyasar orang sakit, tapi mendorong orang untuk lebih bugar. Konsepnya asuhan mandiri dengan ramuan tradisional seperti jamu, akupuntur, pijat, atau spa. Jadi ini komplementer dari pelayanan medis," terang Mahadewi dalam acara sosialisasi media tentang pengobatan tradisional di Kintamani, Bali, Kamis (25/4).

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Kreatif dan Inovatif

Asuhan mandiri, kata Mahadewi, menjadi bagian dari promotif preventif mencegah agar masyarakat tidak sakit. Karena itu, kini mulai dikembangkan di puskesmas-puskesmas di provinsi Bali.

Selain itu,  imbuhnya, data dari survei kesehatan nasional (susesnas) 2013 menunjukan 42% masyarakat ketika kurang sehat, mengobati sendiri dengan asuhan mandiri dengan ramuan dan dengan akupresur sebelum ke pelayanan medis.

Itu yang melatarbelakangi hadirnya pengobatan tradisional di Provinsi Bali. Hanya saja, diakui Mahadewi, kurangnya sumber daya manusia yang ahli dalam bidang pengobatan tradisional, seperti spesialis akupuntur, menjadi kendala.

"Jadi kita latih tenaga kesehatan yang ada dulu di Puskesmas dengan modul yang dikeluarkan oleh kementrian Kesehatan dan dilatih oleh trainer yang sudah direkomendasikan Kementerian Kesehatan," ungkapnya.

Untuk mengakses layanan pengobatan tradisional, masyarakat bisa yang berobat ke puskemas, terang Mahadewi, mendaftar masuk ruang pemeriksaan untuk dilakukan anamnenis. Pasien yang membutuhkan layanan medis, akan diarahkan ke pengobatan biasa, tetapi bagi yang ingin mendapatkan  layanan kesehatan tradisional sebagai penunjang, pasien akan diarahkan ke Griya Sehat milik dinas kesehatan.

Adapun tarifnya telah diatur melalui Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional - Krama Bali Sejahtera JKN. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More