Prabowo sudah Tunjukkan Sikap Positif

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 08:05 WIB Politik dan Hukum
Prabowo sudah Tunjukkan Sikap Positif

GOH CHAI HIN / AFP
Prabowo Subianto

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate, berharap ada iktikad baik dilakukan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk melakukan rekonsiliasi pascapemilihan presiden. Johnny mengakui saat ini sudah terlihat indikasi positif melalui beberapa pernyataan Prabowo. "Iktikad pak Prabowo ada karena Pak Prabowo mengatakan bahwa masyarakat harus kita jaga stabilitas dalam negeri, tunggu hasil pemilihan umum resmi diumumkan," ujarnya ketika dihubungi, kemarin.

Menurut dia, panasnya situasi politik justru datang dari pernyataan orang di sekitar Prabowo. Kondisi semakin runyam, sambung dia, ketika pernyataan yang bernada provokatif justru dari orang terdekatnya. Dia menyoroti pernyataan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso yang mengatakan utusan Jokowi ditolak Prabowo. Johnny menyayangkan pernyataan pembisik Prabowo, bisa berbeda dengan capres sendiri.

"Pak Djoko Santoso kan sebagai tokoh utama sebagai ketua tim, ya saya tidak tahu kenapa itu berbeda apa maksud dan motifnya tidak tahu," kata Sekjen Partai NasDem itu.

Sebelumnya, Ketua BPN Djoko Santoso menyebut Prabowo menolak utusan yang dikirim Jokowi untuk menjaga situasi pascapemilu. Jokowi mengutus Luhut Binsar Panjaitan yang juga dikenal sahabat Prabowo. Namun, pertemuan tersebut hingga kini belum terlaksana.

Karena itu, tambah Johnny, pihaknya terus mendorong rekonsiliasi seperti yang didengungkan capres petahana Jokowi. Rekonsiliasi ini diharapkan untuk meredakan tensi di masyarakat seusai pemilu. "Apalagi Pak Jokowi juga sudah mengatakan bahwa Pak Prabowo dan Pak Sandiaga sahabat juga, agar silaturahimnya dijaga," katanya.

Hentikan klaim

Pada kesempatan lain, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pihaknya berharap Prabowo menghentikan klaim kemenangan secara sepihak tanpa pernah menunjukkan bukti rekapitulasi hasil penghitungan suara riil Pemilu 2019. "Pak Prabowo mengklaim kemenangan sepihak, tapi tidak pernah bisa menunjukkan hasil rekapitulasi penghitungan suara riil Pemilu 2019, berdasarkan data C1," katanya.

Yang mengherankan, tambah Hasto, dirinya kemudian mendapat informasi bahwa Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno sedang melobi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mendapatkan dokumen C1. "BPN juga tidak kompak dengan menyebutkan tempat di mana rekapitulasi suara dilakukan. Karena itu, wajar jika publik menuduh klaim kemenangan yang dilakukan Pak Prabowo hanya tindakan provokasi tanpa bukti," katanya lagi.

Menurut Hasto, PDIP mengingatkan bahwa nilai kejujuran ialah indikator moral yang sederhana dalam politik. "Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan, kita indikasikan mereka melakukan kebohongan," katanya lagi.

Ia menambahkan, pihaknya mengundang seluruh pihak untuk melihat sistem rekapitulasi yang dilakukan berdasarkan dokumen autentik C1. "Kami undang berbagai pihak biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti dan pihak mana yang memprovokasi," katanya. (Ant/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More