Antisipasi Aksi Teror, Kemenpora Ajak Pemuda Tangkal Radikalisme

Penulis: Mediaindonesia.com Pada: Kamis, 25 Apr 2019, 21:50 WIB Humaniora
Antisipasi Aksi Teror, Kemenpora Ajak Pemuda Tangkal Radikalisme

Dok. Kemenpora RI
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Asrorun Ni'am Sholeh saat membuka Mid-Term Review Workshop of the ASEAN Work Plan on Youth

LEDAKAN bom yang terjadi di Sri Lanka menimbulkan ratusan korban jiwa sia-sia. Sebelumnya, pembantaian sadis juga terjadi di Selandia Baru yang dipicu oleh pemahaman radikalisme.

Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, pemuda memiliki peran signifikan dalam menangkal tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme.

Karena itu, Indonesia menginisiasi dialog kepemudaan antaragama sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan memperkuat budaya keberagaman bagi pemuda.

"Kami ingin memperkuat relasi kepemudaan di ASEAN khususnya penguatan toleransi di kalangan pemuda agar menjadi penangkal tumbuhnya radikalisme atas nama agama, politik, ras atau apa saja yang didasari perbedaan," tutur Asrorun Ni'am Sholeh saat membuka acara Mid-Term Review Workshop of the ASEAN Work Plan on Youth di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (24/4) malam.

Menurutnya, hal ini penting dan harus menjadi komitmen semua pihak. Seluruh perwakilan negara ASEAN hadir dalam pertemuan dan workshop yang merupakan program pendampingan kepemudaan antarnegara tersebut.

Baca juga : Presiden Jokowi Kutuk Serangan Bom di Sri Lanka

Dalam kesempatan itu, Ni'am yang juga menjabat Chairman ASEAN SOMY (Senior Officials Meeting on Youth), mengajak seluruh delegasi untuk mengucapkan  bela sungkawa atas tragedi ekstrimisme atau kekerasan yang terjadi di Sril Lanka dan New Zeland.

Semua peserta diminta untuk mendoakan agar peristiwa intoleransi yang berujung terorisme tidak terjadi lagi.

"Semoga ini yang terakhir. Kita berharap semua anak muda di dunia khususnya ASEAN harus memperkuat toleransi serta membiasakan menghargai perbedaan. Toleransi adalah kunci perdamaian," tuturnya.

Ni'am juga menegaskan bahwa fenomena radikalisme di kalangan pemuda dipicu oleh sentimen atau cara pandang tidak tepat yang mendasarkan atas ras, agama, politik yang tidak bisa menerima perbedaan satu dengan yang lainnya.

Untuk itu, seluruh negara ASEAN mengirimkan delegasi untuk melakukan evaluasi workshop program pendampingan kepemudaan antarnegara.

Delegasi diutus dari perwakilan kementerian bidang pemuda se-ASEAN. Selain di bidang toleransi dan deradikalisasi, juga ditekankan pendampingan wirausaha muda,  kepedulian sosial dan kepemimpinan maupun peningkatan kualitas kompetensi  di bidang teknologi sebagai prioritas kerja sama antarnegara. (RO/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More