Kamis 25 April 2019, 16:05 WIB

Dirut PJB dan PJBI Akui tak Tahu Aliran Dana untuk Sofyan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
Dirut PJB dan PJBI Akui tak Tahu Aliran Dana untuk Sofyan

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mengagendakan pemeriksaan kepada enam orang saksi terkait dugaan kasus suap PLTU Riau-1 atas tersangka Sofyan Basir, Direktur Utama PLN nonaktif.

Enam orang itu ialah Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso, Direktur Operasi PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PT PJBI) Dwi Hartono, serta Direktur Utama PT PJBI Gunawan Yudi Hariyanto.

Baca juga: Atiqah Hasiholan Sebut Ahli Bahasa dari JPU tidak Konsisten

Kemudian Plt Direktur Operasional PT PLN Batu Bara (PT PLN BB) Djoko Martono, Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) Iwan Agung Firstantara, dan Kepala Divisi Independen Power Produser (IPP) PT PLN (Persero) Muhammad Ahsin Sidqi. "Mereka diagendakan akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka SFB," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (25/4).

Iwan Agung Firstantara yang menjadi saksi keluar dari gedung KPK siang ini usai menjalani pemeriksaan. Ia mengatakan penyidik meminta keterangan yang sama dengan kesaksian pada tersangka sebelumnya. "Sama saja seperti BAP saya sama dengan yang dulu-dulu, ketika tersangka saat ini tidak ada yang baru," ujarnya pada awak media.

Menurutnya, semua fakta soal kasus PLTU Riau-1 itu telah terungkap dalam persidangan tiga terpidana sebelumnya. "Semua sudah terungkap di dalam BAP dan semua sudah terungkap di dalam persidangan. Silakan nanti teman-teman lihat hasil persidangan seperti apa, sama saya sama," ungkapnya.

Perihal aliran dana yang diterima oleh Sofyan, Iwan mengaku tidak mengetahuinya, "Sama sekali tidak tahu. Kita tidak tahu," tandasnya.

Pernyataan sama juga terlontar dari dua saksi lainnya, yakni Gunawan dan Hartanto dari PT PJBI. "Masih sama seperti yang lalu. Tanya ke penyidik saja ya, semua sudah kita jelaskan kepada penyidik," tandas Gunawan.

Baca juga: Isi Percakapan Ratna Sarumpaet dan Fadli Zon Soal Wajah Lebam

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Sofyan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo.

Sofyan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (OL-6)

Baca Juga

DOK DPR RI

KPPA Harus Deteksi Anak Terpapar Covid-19 di Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 17:00 WIB
Yandri menyampaikan, saat ini kasus positif virus korona sebanyak 3.293 pasien. Dari data tersebut, KPPPA harus mampu mendeteksi jumlah...
DOK DPR RI

Ciptakan Stabilitas Harga, Bulog Diminta Gelar Operasi Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 15:25 WIB
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini, jangan sampai ada pihak spekulan yang mengambil keuntungan besar dalam kondisi seperti...
Antara

Jokowi: Mari Hadapi Pandemi Ini dengan Kebersamaan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 10 April 2020, 14:52 WIB
Menurut Presiden, pandemi yang dihadapi ini merupakan ujian berat bagi bangsa yang memerlukan kebersamaan, gotong-royong, dan disiplin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya