Kamis 25 April 2019, 04:20 WIB

Otoritas Sri Lanka Lanjutkan Perburuan Pelaku Bom

(AFP/Tes/I-1) | Internasional
 Otoritas Sri Lanka Lanjutkan Perburuan Pelaku Bom

(Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP)
Juru bicara kepolisian Sri Lanka Ruwan Gunasekera (C) terlihat setelah konferensi pers di Kolombo pada 24 April 2019.

 

PASUKAN keamanan Sri Lanka menahan 18 tersangka baru dalam serangan bom Paskah yang menewaskan lebih dari 350 orang. Pemerintah Sri Lanka mengakui telah mengabaikan laporan intelijen, sehingga gagal mencegah serangan mematikan.

Kelompok militan Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror pada Minggu waktu setempat. Sejumlah gereja dan hotel menjadi target serangan bom bunuh diri. Pemerintah diharapkan memperketat keamanan serta memecat pasukan keamanan dan pemimpin kepolisian karena telah mengabaikan informasi.

Juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, mengatakan penangkapan 18 tersangka baru terjadi pada malam hari. Saat ini sebanyak 58 tersangka telah ditahan. Wakil Menteri Pertahanan, Ruwan Wijewardene, mengungkapkan upaya penangkapan sejumlah tersangka masih berlanjut.

Pemerintah Sri Lanka terus meningkatkan kewaspadaan sebab potensi serangan susulan masih menghantui negara yang tengah berduka itu. Otoritas berwenang kemarin mengamankan paket dan kendaraan yang diduga berisi bom.

Wijewardene menjelaskan detail terbaru mengenai pelaku bom bunuh diri. Salah satu pelaku diketahui pernah menimba ilmu di Inggris dan melanjutkan studi pascasarjana di Australia, sebelum kembali ke Sri Lanka. "Sebagian besar pelaku memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Mereka bahkan berasal dari keluarga kelas menengah ke atas. Bisa dikatakan mereka cukup stabil dalam hal finansial. Itu merupakan faktor yang mengkhawatirkan dalam peristiwa serangan," papar Wijewardene.

Kelompok IS yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan, turut merilis foto dan video yang menunjukkan orang-orang yang terlibat dalam serangan. Kelompok itu bahkan menyebut ledakan dahsyat merupakan serangan yang diberkati karena terjadi pada hari libur kaum kafir. Keaslian gambar yang dirilis belum bisa diverifikasi, meski sejumlah pengamat meyakini keterlibatan kelompok IS dalan serangan terkoordinasi. Adapun pemerintah Sri Lanka menyalahkan kelompok militan lokal, yakni National Thowheeth Jamaath (NTJ), sekaligus menginvestigasi adanya dukungan asing. (AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More