Update: Sudah 144 Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Rabu, 24 Apr 2019, 20:26 WIB Politik dan Hukum
Update: Sudah 144 Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

MI/Supardji Rasban
Kediaman Abdul Ghofur, petugas penyelenggara Pemilu di Kabupaten Brebes, yang meninggal dunia.

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting Manik mengungkapkan jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah. Berita duka tersebut lantaran bekerja nonstop karena kelelahan menghitung suara pemilu 2019.

"Sampai pukul 15:00 wib, kedukaan kami Sebagai penyelenggara Pemilu terus bertambah, saat ini sudah 144 yang wafat dari penyelenggara pemilu. Kemudian 883 ini yang sakit karena terus bekerja dan dengan penuh dedikasi memastikan seluruh proses pemilu ini berjalan luber dan jurdil di semua TPS," ucap Evi sambil menitikan air mata di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (24/4).

Total ada 1027 KPPS yang mengalami musibah yang tersebar di 33 Provinsi. Saat ini, kata Evi, KPPS masih bekerja keras untuk menyelesaikan rekapitulasi di tingkat PPK. KPU sudah bertemu dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dan Kementrian Keuangan.

Baca juga: KPU Segera Berikan Santunan untuk KPPS yang Gugur dan Sakit

"Mudah-mudahan kita akan mendapatkan hasil dari seluruh pembahasan tersebut untuk kemudian menemukan nominal yang sepantasnya untuk kita berikan sebagai santunan kepada teman-teman KPPS, yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan tidak menghiraukan kesehatannya," kata Evi.

Selanjutnya, KPU juga kedatangan masyarakat memberikan sumbangsih dan donasinya untuk membantu keluarga KPPS yang terkena musibah. "Tentu saja kami menyambut baik kerjasama ini," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More