Tidak Percaya Hitung Cepat, BPN: Itu Hanya Sihir

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Rabu, 24 Apr 2019, 18:49 WIB Politik dan Hukum
Tidak Percaya Hitung Cepat, BPN: Itu Hanya Sihir

MI/ADAM DWI
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Bachtiar Nasir

JURU bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Bachtiar Nasir mengatakan kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei merupakan sihir sains.

Bachtiar meminta pendukungnya untuk tidak lagi memikirkan hasil quick count, lantaran menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

"Walaupun waktu dengerin quickcount, emak-emak yang paling dulu remuk, banyak yang nangis, sudah sembuh? Itu cuma sihir sains. Yang keliatannya benar, ternyata isinya kebusukan-kebusukan semua," kata Bachtiar, ketika syukuran kemenangan di Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4).

Baca juga: 20% Real Count KPU, Jokowi-Amin Unggul 55%

Dengan membantah hasil survei tersebut, maka Bachtiar mengatakan Prabowo-Sandi adalah pemenang dari Pilpres kali ini. Meski belum hasil final, tetapi ia meminta barisan pendukung dan relawan mengantarkan Prabowo-Sandi ke pintu kemenangan.

"Secara de facto, Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk Indonesia. Merdeka. Untuk sampai ke de jure, Insya Allah," kata Bachtiar.

Sebelumnya, berdasarkan hasil quick count 12 lembaga survei, Capres petahana Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandi. Hasil quick count itu menyebut Jokowi-Ma'ruf memperoleh 54,5% suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 45,5%.

Sementara itu, kubu penantang, Prabowo Subianto juga mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019. Berdasarkan perhitungan real count tim internalnya, ia mengklaim meraup suara 62%. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More