Rabu 24 April 2019, 18:35 WIB

BPN: Klaim Kemenangan Prabowo tidak Bisa Ditarik Kembali

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
BPN: Klaim Kemenangan Prabowo tidak Bisa Ditarik Kembali

ANTARA
Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

 

KETUA Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, menyatakan, klaim kemenangan yang diraih pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebesar 62% sudah final.

Ia mengatakan, pernyataan Prabowo ketika deklarasi kemenangan dengan suara tersebut tidak bisa ditarik kembali.

"Pernyataan Prabowo menang itu adalah titik yang tidak bisa kembali, untuk itu kita harus siap berjuang. Ingat, tidak ada kompromi," kata Joko di syukuran kemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Silat TMII, Jakarta, Rabu (23/4).

Untuk itu, Djoko meminta seluruh pendukung dan relawan menjaga proses pengumpulan form C1 hingga selesai, sehingga bisa dipastikan kemenangan untuk Prabowo-Sandi.


Baca juga: Prabowo Disoraki Presiden oleh Pendukungnya di Padepokan Silat


Ia juga meminta pendukungnya mewaspadai kecurangan yang masif yang bisa saja menjatuhkan kubu 02. Joko mewanti-wanti pendukungnya karena ada pihak yang telah merencanakan kecurangan.

"Mereka secara masif terencana sistematik dan brutal. Namun demikian, masih tersisa suara 62% dan itulah Prabowo-Sandi menyatakan kemenangan setelah dicurangi, kalau nggak dicurangi bisa 75–80%," ungkap Djoko.

Seperti diberitakan, pada Kamis (18/4) lalu, Prabowo mendeklarasikan kemenangannya pada Pemilihan Umum Presiden 2019. Berdasarkan perhitungan real count tim internalnya, ia meraup suara 62%. (OL-1)

Baca Juga

MI/Lina Herliina

Kapolri Instruksikan Cegah Permainan Harga Pangan Saat Pandemi

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 07:15 WIB
Beberapa jenis pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi yaitu permainan harga dan penimbunan barang serta adanya pihak yang...
MI/Ramdani

Implementasikan Pembatasan Segera

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 April 2020, 05:47 WIB
Banyak imbauan untuk menekan penularan covid-19 masih diabaikan. Karena itu, PSBB yang memiliki sanksi diharapkan efektif menumbuhkan...
MI/M Irfan

Publik Tuntut Keterbukaan Legislasi

👤EMIR CHAIRULLAH 🕔Senin 06 April 2020, 03:30 WIB
Proses pembahasan RUU Cipta Kerja dan RKUHP secara daring dikhawatirkan tidak mampu mengakomodasi dialog...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya