Rabu 24 April 2019, 14:48 WIB

Pemerintah Imbau Masyarakat tidak Terhasut Informasi Sesat

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Pemerintah Imbau Masyarakat tidak Terhasut Informasi Sesat

ANTARA
Menko Polhukam Wiranto

 

PROSES penghitungan suara yang dilakukan secara transparan dan bisa diakses oleh siapapun merupakan bentuk keterbukaan dan netralitas Komisi Pemilihan Umum (KPU). Masyarakat sedianya tetap sabar menunggu rampungnya rekapitulasi, serta tidak terpengaruh dengan pelbagai isu yang terkesan mendelegitimasi pemerintah dan pihak penyelenggara.

"Melalui penjelasan ini saya mengharapkan masyarakat jangan percaya terhadap berita-berita yang menyesatkan tersebut. Apalagi terhasut untuk melakukan gerakan-gerakan yang hanya akan mengganggu kedamaian dan keamanan nasional," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiratno, Rabu (24/4).

Baca juga: Dituding Konspirasi Kecurangan Pemilu, Wiranto: Tuduhan Ngawur!

Wiranto mengemukakan itu seusai memimpin rapat tingkat menteri, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4). Rapat yang membahas permasalahan pascapemungutan suara Pemilu 2019 dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Presiden Moeldoko, serta perwakilan Kejaksaan Agung, Kementerian Kominfo, dan Kementerian Hukum dan HAM.

Menurut dia, tidak benar jika perhelatan pesta demokrasi terjadi konspirasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan penyelenggara pemilu untuk melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Ia menegaskan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selaku pihak penyelenggara bersifat mandiri, tidak tergabung dalam struktur lembaga negara, dan tidak berada di bawah kendali pemerintahan.

Ia berharap publik percaya bahwa Pemilu 2019 merupakan ajang terbesar dan paling rumit di dunia karena diselenggarakan dalam waktu satu hari. Pesta demokrasi itu juga memberikan kesempatan kepada 192 juta pemilih yang tersebar di 810 ribu TPS di penjuru Tanah Air.

"Pemilu dilaksanakan dengan sangat terbuka untuk diawasi oleh semua pihak, termasuk dari mancanegara. Terbukti dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan damai sehingga mendapatkan apresiasi dari 33 negara." tandasnya.

Melihat realitas tersebut, sambung dia, sedianya semua pihak memberikan penghargaan kepada KPU, Bawaslu, dan petugas keamanan yang melakukan pekerjaan berat tersebut. Upaya pihak panitia dan keamanan pun berhasil membuat pemilu berjalan aman, lancar, dan damai.

"Oleh sebab itu, sangatlah tidak tepat atau tidak pada tempatnya kalau melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang menyedihkan dan tidak berdasar," tutup dia.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More