Rabu 24 April 2019, 09:50 WIB

Jadikan Susu Bagian Diet Seimbang

MI | Humaniora
Jadikan Susu Bagian Diet Seimbang

Ilustrasi
Susu

 

SUSU dan produk olahan susu merupakan jenis pangan yang kaya gizi. Berbagai zat nutrisi terkandung di dalamnya. Seperti, protein, vitamin A, B1, B2, B12, dan D, potasium, dan magnesium.

"Dengan kandungan gizinya, susu dan produk turunannya menjadi bagian penting dari diet yang seimbang," ujar pakar nutrisi Dr Matthew Lantz Blaylock PhD dalam keterangan tertulis yang disiarkan Greenfields.

Ia menjelaskan, untuk produk susu, ada susu pasteurisasi dan UHT. Susu pasteurisasi merupakan susu segar yang mengalami proses pasteurisasi (dipanaskan pada suhu tinggi selama 15 detik) untuk membunuh bakteri patogen dengan tetap menjaga kesegaran dan kandungan nutrisi alaminya.

"Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu 0-4 derajat celsius. Setelah kemasan dibuka, susu dapat bertahan sekitar 4 hari dalam suhu chiller dan 4 jam di suhu ruangan."

Baca Juga: Puskesmas Ujung Tombak Program Imunisasi

Adapun susu UHT diolah dengan teknik ultra high temperature (UHT). Susu jenis ini memiliki masa penyimpanan hingga 10 bulan di suhu ruangan sehingga sangat praktis untuk dibawa anak-anak ke sekolah ataupun saat melakukan kegiatan di luar rumah.

Terkait produk olahan susu, lanjut Blaylock, contohnya yaitu yoghurt. Yoghurt dibuat dari susu yang telah difermentasi sehingga laktosa di dalamnya diubah menjadi lactic acid. Yoghurt memberikan semua manfaat susu tanpa adanya masalah yang bisa ditimbulkan laktosa seperti kembung dan diare.

"Kita perlu cermat dalam memilih yoghurt. Yoghurt terbuat dari susu asli, bukan susu bubuk, serta diproses dengan suhu tepat sehingga di dalamnya terkandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan."

Produk olahan susu lainnya ialah keju. Keju merupakan sumber kalsium yang sangat baik untuk tulang. (*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More