Osteoartritis, Nyeri karena Ausnya Bantalan Sendi

Penulis: MI Pada: Rabu, 24 Apr 2019, 09:35 WIB Humaniora
Osteoartritis, Nyeri karena Ausnya Bantalan Sendi

MI
Osteoartritis, Nyeri karena Ausnya Bantalan Sendi

SALAH satu penyakit yang banyak menyerang kaum lanjut usia (lansia) ialah osteoartritis. Penyakit ini ditandai dengan penipisan/ausnya bantalan sendi atau tulang rawan sendi.

Bantalan yang menipis itu akan menyebabkab tulang-tulang dalam sendi bersentuhan sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, dan kaku. Pada tahap yang sudah parah, penderita bakal kesulitan bergerak.

Osteoartritis atau sering disebut sebagai pengapuran sendi bisa terjadi di semua sendi, tapi paling sering menyerang lutut. Lutut yang terkena osteoartritis membuat penderitanya sulit atau bahkan tidak bisa menekuk lutut sehingga kesulitan saat berjalan, berjongkok, atau bagi yang muslim sulit melakukan beberapa gerakan salat.

Tentu saja, penyakit degeneratif itu mengurangi kualitas hidup penderitanya. Yang jadi persoalan, saat ini, bantalan sendi yang rusak tidak dapat dipulihkan. Seiring waktu kerusakan akan bertambah parah. Satu-satunya langkah penanganan ialah dengan operasi penggantian sendi dengan implan.

Kepala divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthophaedic Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), dr Franky Hartono SpOT(K), menjelaskan penggantian sendi lutut dengan implan sudah dilakukan sejak 1968 dengan teknik total knee arthroplasty (TKA), yaitu operasi mengganti seluruh permukaan sendi lutut dengan implan atau material buatan.

Baca Juga: Terapi PRP Atasi Osteoartritis Stadium Awal

"Dalam penggantian sendi lutut secara total, tulang rawan yang rusak pada sendi lutut akan dibuang, kemudian tulang-tulang dalam sendi lutut itu akan dilapisi implan," jelasnya pada diskusi kesehatan bertajuk Melangkah dengan Pasti: Penanganan Nyeri Lutut, di SHKJ, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun, lanjutnya, tidak semua pasien osteoartritis mengalami kerusakan di seluruh permukaan bantalan sendinya. Untuk menghindari pemotongan dan pergantian sendi lutut yang masih sehat, para peneliti menemukan teknik baru yang disebut unicompartmental knee arthroplasty (UKA) atau operasi penggantian sendi lutut secara sebagian saja, yakni hanya pada bagian sendi yang rusak.

UKA lebih nyaman

Menurut Franky, teknik UKA memiliki banyak kelebihan karena hanya sebagian sendi lutut saja yang akan dibuang sehingga luka operasi menjadi lebih kecil, pendarahan lebih sedikit, luka pascaoperasi akan lebih cepat untuk sembuh, rata-rata dalam 1-2 hari pasien sudah mampu untuk latihan berjalan lagi.

"Biasanya pemulihan pascaoperasi hanya berlangsung selama 2 minggu. Target dari operasi UKA ini diharapkan pasien mampu menekut lututnya secara penuh, yaitu 120-130 derajat," imbuh Franky.

Salah satu pasien yang melakukan operasi penggantian sendi lutut, Tan Hok Neo, menyatakan sesudah operasi ia merasakan lututnya kembali seperti di masa muda. "Lutut kanan saya operasi UKA dan lutut kiri saya TKA, keduanya tidak ada masalah. Saya bisa menjalankan aktivitas dengan normal, saya bisa naik-turun tangga dengan normal. Tapi memang lutut kanan saya lebih nyaman," ujarnya saat hadir dalam diskusi tersebut, menceritakan pengalamannya setelah 3 tahun pascaoperasi.

Meski UKA lebih mendatangkan kenyamanan bagi pasien, Franky menjelaskan, tidak semua kasus osteoartritis pada sendi lutut dapat ditangani dengan teknik UKA. "Jika kerusakan cukup banyak, tindakan yang dilakukan adalah TKA," ucapnya.

Ia menambahkan, setelah operasi pasien harus tetap menjaga lututnya dengan melakukan aktivitas sewajarnya dan tidak terlalu banyak membebani lutut. (*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More