Penyintas Christchurch Dapat Izin Tinggal Permanen

Penulis: Antara Pada: Rabu, 24 Apr 2019, 10:00 WIB Internasional
Penyintas Christchurch Dapat Izin Tinggal Permanen

AFP/Sanka VIDANAGAMA
Sejumlah rangkaian bunga diletakkan di Botanical Garden di Christchurch untuk mengenang korban penembakan di dua masjid di kota itu.

SELANDIA Baru berencana memberi izin tinggal permanen bagi semua penyintas penembakan massal di dua masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang. Hal itu dikatakan pemerintah Selandia Baru, Selasa (23/4).    

Warga Australia yang berusia 28 tahun, Brenton Tarrant, tersangka supremasi kulit putih, didakwa dengan 50 dakwaan pembunuhan. Aksi tersebut merupakan penembakan massal paling keji dalam sejarah Selandia Baru.

Serangan teroris tersebut juga melukai 50 orang lagi saat mereka sedang menunaikan salat Jumat.   

Pemerintah mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan pemberian visa bagi para penyintas, namun tidak ada keputusan yang diumumkan.

Baca juga: Bom Sri Lanka Berkaitan Christchurch

Informasi pada Selasa itu hanya dirilis sebagai tautan di situs migrasi.    

Migrasi Selandia Baru mengatakan kategori visa baru yang disebut visa Christchurch Response (2019) telah dibuat.

Bagi jemaah yang hadir di dua masjid tersebut, saat mereka diserang pada 15 Maret dapat mengajukan, begitu pun dengan anggota keluarga langsung.    

Pemohon harus sudah tinggal di Selandia Baru pada hari serangan terjadi, sehingga visa tidak tersedia bagi turis ataupun pengunjung jangka pendek. Pengajuan visa tersebut sudah dapat dilakukan mulai Rabu (24/4). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More