Sandi tak Tertarik Jadi Wagub Lagi

Penulis: Rahmatul Fajri rahfaj@mediaindonesia.com Pada: Rabu, 24 Apr 2019, 06:00 WIB Megapolitan
Sandi tak Tertarik Jadi Wagub Lagi

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (tengah) bersama istri Nur Asia Uno (kanan)

MESKI aturan tak me-larangnya untuk kembali menjabat, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memilih tak ingin kembali menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkannya.

Sandi mengatakan kursi itu kini menjadi jatah bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu partai yang menyokongnya di Pilkada 2017. Tak cuma itu, Sandi juga berharap agar DPRD DKI mempercepat proses pemilihan Wagub DKI tersebut.

"Saya sampaikan sekali saja dan saya enggak akan mengulang lagi bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah ditentukan dan dise-rahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). End of question, no more discussion," ujar Sandi seusai makan siang bersama ekonom Kwik Kian Gie di rumahnya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Dia menambahkan PKS sudah mengajukan dua nama kader untuk posisi Wagub DKI Jakarta, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, ke DPRD.

"Dua nama itu sudah dibahas di DPRD. Fraksi PKS ingin salah satu dari dua nama yang diusulkan itu segera dipilih dan diputuskan," kata Sandi.

Sandi mengatakan dirinya mendukung penuh proses pemilihan wakil gubernur saat ini. Ia juga mendorong DPRD DKI Jakarta cepat menggelar pemilihan wakil gubernur. Hal itu untuk menunjang pekerjaan Gubernur Anies Baswedan di DKI Jakarta.

"Mari teman-teman DPRD, lakukan prosesnya. Pilih segera agar kinerja Pemprov DKI akan menjadi lebih baik. Tugas Pak Anies bisa dibantu dengan wagubnya. Saya sampaikan, mari para politisi jangan kedepankan pribadi, kepentingan rakyat Jakarta diutamakan," kata Sandi.

Sandi telah mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Wagub DKI dalam Rapat Paripurna DPRD DKI pada 27 Agustus 2018, kendati bisa saja ambil cuti dan kembali menjabat jika kalah di pilpres.

Pansus belum terbentuk

Hingga saat ini, panitia khusus (pansus) pemilihan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta belum juga terbentuk. Pasalnya, belum semua fraksi mengirimkan wakil untuk duduk di pansus itu. Alas-annya, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta mengaku sibuk untuk mengurus pemilu legislatif pada 17 April 2019 lalu.

Keanggotaan pansus disepakati berjumlah maksimal 25 orang. Pembagiannya proporsional sesuai jumlah kursi tiap fraksi.

Sekretaris DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi mengaku pasrah menghadapi lambatnya fraksi-fraksi mengirim perwakilan untuk menjadi anggota pansus pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Hingga saat ini, tinggal tiga dari 10 fraksi yang belum menyerahkan nama perwakilan untuk menjadi anggota pansus, yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan. "Ya surat untuk permintaan nama sudah dikirimkan sejak Maret. Hingga sekarang tinggal tiga fraksi," kata Yuliadi, Senin (22/4).

Ia mengungkapkan akan terus mengingatkan fraksi-fraksi tersebut agar segara mengirim perwakilan untuk pansus tersebut supaya pemilihan Wagub DKI bisa dipercepat. Saat ini sudah memasuki tujuh bulan kursi Wagub DKI kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno. "Kita komunikasi terus supaya cepat. Agenda rapat pansus juga kita ingatkan," ujarnya.

Saat ditemui di kesempatan berbeda, Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga anggota Fraksi PDIP Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pihaknya menyerahkan keputusan penetapan anggota pansus itu kepada ketua fraksi.

Namun, ia memastikan fraksinya akan mengikuti aturan yang berlaku. "Kalau itu urusan fraksi, kami ikuti aturan. Yang pasti anggota pansus nanti akan dikirim," tegasnya. (Ssr/Put/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More