Santunan Jasa Raharja Triwulan I-2019 Naik 5,5%

Penulis: Antara Pada: Selasa, 23 Apr 2019, 21:15 WIB Ekonomi
Santunan Jasa Raharja Triwulan I-2019 Naik 5,5%

Dok. Pribadi
Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet

PT Jasa Raharja (Persero) selama Triwulan I-2019 telah menyerahkan santunan kepada korban kecelakaan sebesar Rp614,41 miliar, naik 5,5 % jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp582,11 miliar.

"Korban yang kita berikan santunan adalah baik yang kecelakaan luka maupun meninggal di darat, laut maupun udara yang tersebar di seluruh daerah," kata Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Budi Rahardjo Slamet, di Jakarta, Selasa (23/4).

Dikatakan, dari sejumlah santunan kepada korban terbanyak atau sekitar 70% dialami kecelakaan darat, terutama kecelakaan bus.

Saat ini, katanya, jumlah kecelakaan di Indonesia masih cukup tinggi dengan angka kematian sekitar 4-6 orang per jam. Dari catatan yang diperoleh setiap tahun jumlah korban meninggal rata-rata 24.000 orang dan korban luka rata-rata 100.000 orang.

Selama 2018, perusahaan memberikan santunan kepada keluarga meninggal sebesar Rp1,41 triliun dan untuk korban luka-luka sebesar Rp1,16 triliun.


Baca juga: Kuartal I, BTN Raup Laba Rp723 Miliar


Budi menambahkan, orientasi perusahaan dalam menangani korban kecelakaan sudah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu kalau dahulu perusahaan bersikap pasif menunggu laporan kecelakaan dari ahli waris, tetapi sekarang perusahaan aktif menjemput lokasi kecelakaan dan menanyakan keluarga atau ahli waris korban.

"Jadi sekarang kantor Jasa Raharja banyak yang sepi, karena karyawannya banyak yang berkeliaran mendatangi lokasi kecelakaan atau rumah sakit. Kalau kantor Jasa Raharja ramai justru itu menunjukkan kinerja yang tidak baik," kata Budi.

Untuk itu, katanya lebih lanjut, semua karyawan perusahaan dibekali oleh perangkat teknologi yang canggih untuk bisa mengetahui dan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Jasa Raharja harus tanggap dengan perkembangan sektor teknologi yang begitu pesat dan saat ini tren teknologi telah mengarah pada transportasi daring, big data, dan pembayaran elektronik.

"Jika tidak mau tergilas dengan kemajuan zaman, maka perusahaan harus bisa menyesuaikan. Tren ekonomi kini juga telah berubah. Saat ini banyak bermunculan startup-startup (rintisan) baru. Kemudian, banyak pula model bisnis yang berbasis kemitraan," katanya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More