Kartu Sakti untuk Tingkatkan Kualitas SDM dan Jaga Daya Beli

Penulis: Nur Aivanni Pada: Selasa, 23 Apr 2019, 20:54 WIB Ekonomi
Kartu Sakti untuk Tingkatkan Kualitas SDM dan Jaga Daya Beli

Antara/Indrianto Eko Suwarso
Ekonom UI Ari Kuncoro saat bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

EKONOM UI Ari Kuncoro menilai tiga kartu sakti baik KIP Kuliah maupun Kartu Prakerja ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kartu Pra Kerja, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kemampuan dasar.

"Kemampuan dasar kita yang masih lemah itu dua, logika dan bahasa. Kartu Prakerja kesempatan untuk memperbaiki skill dasar," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (23/4).

Sementara itu, KIP Kuliah, kata Ari, bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak yang tidak mampu untuk menduduki bangku kuliah.

Baca juga : Menkeu Sebut Anggaran 3 Kartu Sakti Jokowi Mulai Dibahas

Saat ini, menurut Ari, perguruan tinggi menjadi kunci untuk masuk menjadi kelas menengah.

"Ini untuk memperkuat kelas menengah. Ini untuk mengoreksi kekurangan-kekurangan dari sistem pendidikan yang ada," katanya.

Adapun Kartu Sembako Murah, kata Ari, bisa digunakan untuk menjaga daya beli masyarakat terutama dari kalangan bawah.

"Kartu ini untuk menjaga daya beli masyarakat terutama dari kalangan bawah. Tapi pengawasannya harus ketat karena bisa saja dimanfaatkan oleh orang-orang mampu. Kuncinya didistribusi kartunya," pungkasnya. (Nur)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More