Selasa 23 April 2019, 20:30 WIB

Kuartal I, BTN Raup Laba Rp723 Miliar

Antara | Ekonomi
Kuartal I, BTN Raup Laba Rp723 Miliar

DOK BTN
Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono (kedua dari kanan).

 

PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) mengantongi laba bersih Rp723 miliar selama kuartal I 2019 atau tumbuh 5,67% (year on year/yoy) dibanding periode sama 2018 yang sebesar Rp684 miliar.

Menurut Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Selasa (23/4), laba perseroan ditopang pertumbuhan pendapatan bunga sebesar Rp6,42 triliun atau naik 21,69% (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp5,27 triliun.  
 
Namun, secara bersih, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BTN hanya tumbuh 1,44% atau menjadi Rp2,4 triliun, yang di mana salah satu penyebabnya ialah tekanan dalam biaya dana (cost of fund) perseroan. 

"Sementara, pertumbuhan penyaluran kredit naik 19,57% (yoy), dari Rp202,5 triliun pada triwulan I 2018, menjadi Rp242,13 triliun," kata Maryono.    

Menurut Maryono, pertumbuhan kredit bersumber dari pasar andalan perseoran yakni lini sektor perumahan dan nonperumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11% (yoy) dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018, menjadi Rp219 triliun di akhir Maret 2019.

 

Baca juga: Ramadan, Multi Bintang Andalkan Produk Nonalkohol
   

Meskipun pertumbuhan kredit secara keseluruhan sebesar 19,57%, rasio kredit bermasalah atau (non performing loan/NPL) BTN berada di sekitar dua persen.    

Fungsi intermediasi BTN tersebut ditopang penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sebesar Rp215,8 triliun atau tumbuh 10,98%. Pertumbuhan DPK itu jauh lebih lambat dibanding pertumbuhan kredit yang sebesar 19,5%.    

"DPK tumbuh lebih lambat dibanding kredit karena yang pertama, adalah tren kondisi di awal tahun. Banyak nasabah yang untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Banyak juga deposan (pemilik deposito) yang bertransaksi di akhir tahun dan kita juga ingin menurunkan biaya dana (cost of fund)," kata dia.    

Pertumbuhan kredit dan penghimpunan DPK BTN itu mendorong kenaikan aset perseroan sebesar 16,47% (yoy) dari Rp258,73 triliun pada kuartal I 2018 menjadi Rp301,34 triliun. (A-5)

Baca Juga

Istimewa

Kolaborasi Penting bagi Peningkatan Inklusi Keuangan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 31 Mei 2020, 21:28 WIB
92 juta masyarakat belum terlayani bank dan hanya sebesar 12% dari 59 juta UMKM di Indonesia yang memiliki akses ke layanan...
Isti/Kementerian PUPR

Progres Proyek Strategis Nasional Rusun Pasar Jumat Capai 88,12%

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 31 Mei 2020, 18:48 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rumah susun juga diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk...
Antara/Muhammad Iqbal

Batal Terbangkan WNI dari Abu Dhabi, Garuda Minta Maaf

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:36 WIB
Sebelumnya, penerbangan rute Abu Dhabi-Jakarta dijadwalkan pukul 02.50 waktu setempat pada 31 Mei. Manajemen Garuda memastikan kejadian ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya