Pasca Terbakar, Personel Keamanan Ditambah

Penulis: Yose Hendra Pada: Selasa, 23 Apr 2019, 13:56 WIB Politik dan Hukum
Pasca Terbakar, Personel Keamanan Ditambah

Antara
Pasca terbakarnya 10 kotak suara di Kecamatan Kot XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, jumlah personel keamanan ditambah

POLRES Pesisir Selatan akan memperkuat pengamanan proses penghitungan suara Pemilu 2019, pasca terbakarnya 10 kotak surat suara di aula kantor Kecamatan Koto XI Tarusan, Senin (22/4) dini hari.

"Pasca terbakarnya kotak suara di aula kantor Kecamatan Koto XI Tarusan pada Senin sekitar jam 01.00 WIB, kami akan meningkatkan jumlah personel pengamanan hingga dua kali lipat," kata Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang, Selasa (23/4).

Sebelumnya, Polres Pesisir Selatan menempatkan 8 personel di dalam pengamanan proses penghitungan suara tingkat PPK. Kini ditambah dua personel dari TNI ikut mengamankan proses penghitungan surat suara. Terkait kebakaran tersebut, saat ini tim dari INAFIS Polda Sumatra Barat masih melakukan penyelidikan.

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Pesisir Selatan Epaldi Bahar, mengatakan setelah dicek, 10 kotak suara yang terbakar berasal dari 5 TPS di Kecamatan Kot XI Tarusan. Di dalam 10 kotak suara itu, sambung Epaldi, ada ribuan surat suara yang hangus terbakar. Dia menambahkan, dalam gudang tersebut ada 785 kotak suara yang disimpan setelah di antar oleh petugas pemungutan suara di lapangan. Namun, 685 kotak suara dapat diselamatkan dari amukan si jago merah.

Dia mengaku, 10 kotak suara yang hangus, berisi surat suara yang belum direkapitulasi. Di dalamnya juga ada beberapa dokumen penting. Meski demikian, Epaldi memastikan, kebakaran kotak suara tidak akan mempengaruhi penghitungan suara, baik dalam Pilpres, maupun calon legislatif dalam Pileg.

baca juga: KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Terpisah

Sebab, kata Epaldi, hasil rekap suara sudah dihitung di tingkat TPS. C1 pun sudah ada di KPU, Bawaslu, dam saksi-saksi. Jadi tinggal menjumlahkan.

"Insya Allah akan dikoordinasikan partai, tim pasangan calon, karena kejadian ini terjadi setelah pemungutuan suara. C1 sudah, jadi proses rekap tidak masalah, tetap lanjut," imbuhnya.

Menurutnya, kebakaran terjadi setelah petugas terkait melakukan rekap semalam. Berhubung sudah dini hari, mereka beristirahat, dan berencana melanjutkan paginya.

Namun, kenyataannya di saat jeda, api membakar gudang penyimpanan logistik.

"Masih ada petugas seperti kepolisian, sehingga api tidak merambat secara meluas. Api cepat dipadamkan," kata Epaldi.

Untuk sementara dia tidak mau menduga penyebab kebakaran tersebut. Menurutnya, semua proses penyelidikan diserahkan ke kepolisian.

"Kita sudah melaporkan ke KPU Provinsi minta arahan. Arahannya proses rekap tetap lanjut."

Epaldi juga memastikan tenggat waktu perekapan per kecamatan akan berjalan sesuai agenda yakni 4 Mei 2019. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More