Kemenperin Pastikan Bali Tepat untuk Kendaraan Listrik

Penulis: Siti Retno Wulandari Pada: Selasa, 23 Apr 2019, 12:06 WIB Humaniora
Kemenperin Pastikan Bali Tepat untuk Kendaraan Listrik

ANTARA/Mohammad Ayudha
Teknisi menyelesaikan proses perakitan motor listrik Aglis buatan Solo Electric Vehicle Indonesia (Sevi) di Solo Technopark.

DIREKTUR Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto menyebut Provinsi Bali dengan karakteristik wilayah pariwisata sangat tepat dijadikan lokasi implementasi penggunaan kendaraan listrik.

“Sepeda motor banyak digunakan di Bali sehingga (Bali) tepat untuk kendaraan listrik. Seperti Panasonic, kemarin sudah luncurkan sepeda motor listrik. Kemudian pikirkan soal charging stationnya,” kata Harjanto dalam acara Laporan Hasil Akhir Fase 2 Riset Komprehensif Electrified Vehicle dengan Perguruan Tinggi di Universitas Udayana, Selasa (23/4).

Harjanto pun menceritakan kondisi Jeju Island di Korea Selatan yang sudah menerapkan penggunaan kendaraan listrik.

Melihat karakteristik wilayah dan potensi pariwisata yang sama, ia yakin Bali bisa melakukan hal serupa.

Baca juga: Bluebird dan Silverbird Kini Punya Armada Mobil Listrik

“Mungkin nanti di minimarket, bisa disediakan charging station atau mengganti baterai secara langsung. Kan kalau baterai sepeda motor nggak besar, jadi sistemnya bisa langsung ganti,” ucapnya.

Selain mendorong penerapan kendaraan listrik, Kemenperin juga terus meminta inovasi lokalisasi komponen. Sehingga tidak banyak lagi melakukan impor dan berimbas pada penekanan harga jual kendaraan.

Harjanto mencontohkan harga motor gesit berkisar Rp20 juta dengan rincian Rp11 juta untuk komponen baterai. Karena itu, lokalisasi komponen baterai menjadi hal mendasar agar biaya bisa lebih terjangkau. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More