Ratna Berterimakasih Pada Tompi Untuk Berhenti Berbohong

Penulis: M. Iqbal Al Machmudi Pada: Selasa, 23 Apr 2019, 11:45 WIB Politik dan Hukum
Ratna Berterimakasih Pada Tompi Untuk Berhenti Berbohong

MI/Barry Fathahilah
Tompi dan Rocky Gerung dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus hoax Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

TERDAKWA kasus berita bohong Ratna Sarumpaet menyampaikan terima kasih kepada musisi Tompi, karena sudah disadarkan untuk berhenti berbohong.

Tompi hadir sebagai saksi fakta Jaksa Penuntut Umum, untuk memberikan keterangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Saya tidak tahu kenapa saudara Tompi ini ada disini ya. Karena sebenarnya dialah yang menyelamatkan dan menyadarkan saya untuk berhenti berbohong," kata Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Tompi memberikan keterangan sebagai saksi fakta karena dianggap orang pertama yang menyadari kebohongan dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, terkait wajah lebam yang sebelumnya diduga dianaya orang lain.

"Begitu saya lihat foto close up wajah terdakwa dan mencocokkan dari tweet Fadli Zon yang ngetweet kronologi pemukulan di Bandung," kata Tompi saat memberikan keterangan.

Setelah itu, kecurigaan Tompi semakin menguat karena kesehariannya ia berprofesi sebagai dokter bedah plastik.

baca juga: Ratna Anggap Saksi Dihadirkan Tidak Relevan

"Ini bukan dipukul kayak gini, lalu saya jabarin penalaran yang saya tangkap di akun Twitter saya. Sehari-hari saya mengoperasi orang, ini tipikal operasi bedah plastik," terang Tompi.

Dalam kasus tersebut, Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More