2019, Lippo Karawaci Batasi Proyek Baru

Penulis: MI Pada: Selasa, 23 Apr 2019, 09:40 WIB Ekonomi
2019, Lippo Karawaci Batasi Proyek Baru

ANTARA/Reno Esnir
Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya

PT Lippo Karawaci Tbk (Lpkr) memutuskan tidak terlalu ekspansif di 2019. Mereka akan berfokus pada penjualan rumah kecil dan persediaan inventory yang belum terjual.

Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya, mengatakan, pada saat ini LPKR lebih memilih konsolidasi dengan pembangunan seluruh unit-unit yang berada dalam persediaan.

Ia juga menambahkan, tahun ini LPKR tidak akan banyak meluncurkan proyek baru dan lebih banyak bermain di unit-unit hunian dengan luas yang cenderung kecil.

"Target utama adalah menyerahkan produk-produk yang sudah kita jual sebelumnya pada waktunya. Jadi, tahun ini adalah tahun konsolidasi, menyelesaikan semua tanggung jawab kami kepada pembeli," ujar Ketut Budi Wijaya, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), di Jakarta, Kamis (18/4).

Pada 2020, lanjutnya, Lpkr akan memulai dengan produk baru.

Baca Juga : Ekonomi RI bakal Menggeliat Pascapemilu

Adapun hasil RUPST juga menyetujui rencana perseroan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham, dari laba bersih 2018 sebesar Rp 694 miliar. Alasannya karena mempertimbangkan kebutuhan perseroan atas kecukupan modal dan keperluan dana kegiatan operasional, modal kerja, dan rencana pengembangan Lpkr.

"Tahun ini kami akan sedikit launching dan terbatas pada unit-unit yang kecil. Namun, untuk selanjutnya penjualan lebih dipusatkan pada penjualan persediaan atau inventory," jelas Ketut Budi.

Sebelumnya, beberapa kali manajemen menekankan perusahaan memang sedang menyasar hunian terjangkau yang memiliki segmen menengah ke bawah.

CEO Lpkr John Riady mengatakan, akan mulai fokus menjaring segmen menengah ke bawah. Dari sisi land bank, menurut dia, masih sangat memadai untuk memasuki segmen tersebut. Mereka memiliki sekitar 8.000 hektare land bank.

Menurutnya, jangka menengah perusahaan akan membangun setidaknya 100 ribu unit hunian dengan estimasi kasar dana yang dibutuhkan sebesar Rp30 triliun dengan asumsi harga per meternya sebesar Rp10 juta.

Diungkapkan juga Lpkr memutuskan strategi bisnis untuk kembali fokus pada alokasi modal secara disiplin di tiga kompetensi inti, yakni perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan. (Try/S-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More