Selasa 23 April 2019, 08:00 WIB

Siswa Diminta tidak Unggah Soal UN ke Media Sosial

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Siswa Diminta tidak Unggah Soal UN ke Media Sosial

MI/Lina Herlina
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta siswa tidak mengunggah soal ujian nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP) di internet atau media sosial.

Penegasan itu disampaikan Muhadjir karena sebelumnya ada sejumlah siswa SMA yang mengikuti UN memotret soal dan kemudian menyebarkannya melalui media sosial. “Karena itu, kami meminta peserta UN SMP tidak melakukan hal itu,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan UN di SMPN 11 ­Jakarta, kemarin.  

“Saya kira (waktu itu) memang ada keteledoran pihak pengawas dan peserta juga tidak tahu kalau itu masalah besar, ­masalah kedisiplinan dan kejujuran,” ­katanya.

Menurut dia, siswa yang meng­unggah soal di internet atau media sosial bisa mendapatkan sanksi nilainya nol atau dengan kata lain harus UN ulang. Begitu juga untuk pengawas, bisa dicabut haknya mengawas dan tidak boleh mengawas UN lagi.    

Pada kesempatan itu, Mendikbud mengatakan pelaksanaan UN SMP/MTs pada hari pertama berjalan dengan lancar. UN yang digelar mulai kemarin hingga Kamis (25/4) diikuti 4.279.008 siswa SMP/MTs yang berasal dari 56.505 sekolah, yang terdiri atas 39.326 SMP dan 17.719 MTs.

“Secara umum semuanya berjalan bagus, sudah sesuai standar yang ditetapkan. Untuk UN dimulai dari prosesnya tentang soal diproses sampai ke tangan siswa, kemudian sistem pengawasannya ditukar antarsekolah, jumlah peserta juga teratur,” ujarnya.

Untuk sejumlah wilayah ­seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur, UN SMP/MTs baru akan dilaksanakan pada 23 April. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud M Abduh mengatakan sekolah yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMP/MTs baru mencapai 78%.

Ditargetkan, pada 2020 seluruh SMP/MTs di seluruh Indonesia dapat melaksanakan UNBK.
Saat ini, baru ada tujuh provinsi yang melaksanakan UNBK SMP sudah 100%, yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta, Aceh, Bangka Belitung, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan.

Direktur Pembinaan SMP ­Poppy Dewi Puspitawati berharap peserta dapat mengikuti UN dengan baik dan konsentrasi serta jujur. “Prestasi memang penting. Namun, kejujuran juga amat ­utama,” tegasnya.

Di saat yang sama digelar juga USBN tingkat SD yang berlangsung hingga Rabu (34/4). Untuk tingkat SD, mata pelajaran yang diuji ialah bahasa Indonesia, matematika, dan IPA. (Bay/Ant/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More