Selasa 23 April 2019, 07:00 WIB

Kelompok NTJ Diduga Pelaku Aksi

Denny Parsaulian Sinaga | Internasional
Kelompok NTJ Diduga Pelaku Aksi

AFP/Jewel SAMAD
Tentara Sri Lanka Berjaga di jalan St. Anthony's Shrine,Kolombo

 

PEMERINTAH Sri Lanka kemarin menyebut kelompok lokal bernama National Thowheeth Jama’ath (NTJ) berada di belakang aksi bom bunuh diri di sejumlah hotel dan gereja di negara tersebut yang telah menewaskan hampir 300 orang.

Juru bicara pemerintah, ­Rajitha Senaratne, mengatakan tim penyelidik juga tengah melihat kemungkinan kelompok itu mendapat ‘bantuan internasional’ dalam aksi pada Minggu (21/4) tersebut.

“Kami tidak melihat kemungkinan organisasi kecil seperti itu dapat melakukan semua aksi. Kami kini menyelidiki dukungan internasional terhadap mereka dan ja­ringan lainnya, bagaimana mereka merekrut pelaku bom bunuh diri dan bagaimana mereka membuat bom,” kata Senaratne.

Tak banyak diketahui tentang NTJ ini. Namun, dokumen-dokumen yang dilihat kantor berita AFP menunjukkan kepala kepolisian Sri Lanka pernah mengeluarkan peringatan pada 11 April. Pejabat itu mengata­kan ‘sebuah badan intelijen luar negeri’ telah melaporkan NTJ tengah merencanakan serang-an ke sejumlah gereja.

Kelompok itu sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan ­perusakan sejumlah patung Buddha di Distrik Kegalle, Desember tahun lalu.

Bahkan, seorang pejabat NTJ, Abdul Razik, telah beberapa kali ditangkap dengan tuduhan berupaya membuat keonaran.

Dua organisasi muslim terkemuka di Sri Lanka mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan tersebut. All Ceylon Jamiyaathuul Ulama, ­misalnya, mendesak pemerintah untuk ‘menghukum seberat-beratnya semua pelaku yang terlibat dalam aksi brutal’.  

Suasana Kolombo, ibu kota Sri Lanka, kemarin, masih diliputi ketegangan. Terdengar sebuah ledakan ketika polisi berusaha menjinakkan sebuah bom yang ditemukan di dekat sebuah gereja. Sebelumnya polisi juga melaporkan telah menemukan 87 detonator bom di dekat sebuah terminal bus dan tempat pembuangan sampah. (Yan/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More