Keluarga Alumni UGM Kecam Upaya Delegitimasi KPU dan Pemilu

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Senin, 22 Apr 2019, 17:00 WIB Politik dan Hukum
Keluarga Alumni UGM Kecam Upaya Delegitimasi KPU dan Pemilu

DOK KAGAMA
Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo

PENGURUS Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) mengecam setiap upaya belakangan ini yang diduga kuat melakukan delegitimasi terhadap KPU dan Pemilu. Kagama menilai setiap kontestan Pemilu bisa menempuh cara-cara konstitusional apabila keberatan dengan proses Pemilu yang sudah digelar.

"Kagama mendukung para penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya secara mandiri dan profesional. Kagama juga mengecam keras setiap upaya untuk mendelegitimasi KPU dan juga mendelegitimasi pemilu," jelas Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Senin (22/4).

Kagama juga menghimbau agar seluruh rakyat tetap menjaga kedamaian, kerukunan dan tali persaudaraan antar sesama anak bangsa. "Masyarakat kita harapkan tidak terpancing dengan provokasi yang bisa memecah belah bangsa. Meminta seluruh anggota Kagama di manapun berada untuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa," lanjut Ganjar.

PP Kagama juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal seluruh tahapan Pemilu 2019 sekaligus berterimakasih kepada masyarakat dan penyelenggara pemilu yang sudah mensukseskan pesta rakyat lima tahunan tersebut.

Baca juga: Kapolri: Jangan Ada Mobilisasi Massa Sikapi Hasil Pemilu

Terkait hasil pemilu, PP Kagama meminta kepada para kontestan dan pendukung untuk menunggu rekapitulasi suara dari KPU. "Kagama mengimbau para elite politik tidak mengeluarkan pernyataan yang provokatif yang memunculkan keterangan dan polarisasi di akar rumput. Kagama mengingatkan bahwa para pemimpin harus menjadi contoh dan teladan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," tuturnya.

Kagama juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa bisa menyelesaikan perbedaan secara damai dan konstitusional. "Setiap langkah yang inkonstitusional harus dilawan karena menghancurkan fondasi berbangsa dan bernegara," pungks Ganjar. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More