Usai Pemilu, Berbagai Agenda Rapat DPRD DKI Molor

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Senin, 22 Apr 2019, 13:11 WIB Megapolitan
Usai Pemilu, Berbagai Agenda Rapat DPRD DKI Molor

MI/Putri Yuliani
Rapat Badan Anggaran yang seharusnya dilaksanakan pada Senin (22/4) pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB belum juga dilakukan.

PEMILU 2019 telah selesai tetapi kinerja anggota dewan masih belum terpacu. Contohnya agenda rapat Badan Anggaran yang seharusnya dilaksanakan pada Senin (22/4) pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB belum juga dilakukan.

Hingga dua jam, rapat yang dipimpin ketua dan wakil ketua DPRD itu urung dilangsungkan.

Ketua Banggar sekaligus Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi malah baru tiba pukul 12.25 WIB dan langsung masuk ke ruang tunggu VIP tempat anggota dewan beristirahat sebelum memulai rapat tanpa mengeluarkan pernyataan kepada awak media.

"Ya tadi Pak Ketua baru sampai. Sepertinya tetap dilakukan sih rapatnya," ujar Sekretaris DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi kepada Media Indonesia, Senin (22/4).

Baca juga: PSI Jadi Pendatang Baru di DPRD

Yuliadi pun menganggap wajar rapat DPRD DKI molor. Terlebih saat ini Pemilu baru usai.

"Ya mungkin baru selesai Pemilu kan. Masih pada pusing dengan suara dapat atau nggak," ujarnya.

Ia pun memastikan rapat Banggar akan tetap dilangsungkan pukul 13.00 WIB.

"Lalu lanjut lagi ke rapat Bamus. Yang memimpin Pak Ketua juga," terangnya.

Mundurnya rapat Banggar pun berimbas pada mundurnya rapat Bamus. Hal ini menimbulkan sejumlah kekecewaan pada anggota dewan yang sudah hadir sejak pukul 10.00 WIB.

Anggota Banggar dari Fraksi Partai Demokrat Neneng Hasanah yang sejak pukul 10.00 WIB telah hadir meninggalkan ruangan karena lambatnya rapat dimulai.

"Nggak apa sih lama-lama begini. Tapi Saya sudah kelamaan di ruang rapat. Saya mau ke fraksi dulu deh istirahat. Nanti balik lagi kalau sudah dimulai," ujarnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More