Presiden Jokowi Kutuk Serangan Bom di Sri Lanka

Penulis: Fachri Audhia Hafiez Pada: Senin, 22 Apr 2019, 10:44 WIB Internasional
Presiden Jokowi Kutuk Serangan Bom di Sri Lanka

AFP/STR
Tim penyelamat mengeluarkan jenazah dari Gereja St Sebastian yang menjadi korban serangan bom di Sri Lanka.

PRESIDEN Joko Widodo mengutuk keras serangan bom di Sri Lanka. Teror saat Hari Raya Paskah itu menyebabkan ratusan orang meninggal dan lainnya terluka.

“Indonesia mengecam keras serangan bom di beberapa tempat di Sri Lanka, hari ini,” kata Jokowi lewat akun Twitter @jokowi, Minggu (21/4).

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, Jokowi menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban.

“Semoga korban yang luka-luka dapat segera pulih,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menilai teror ini adalah tragedi kemanusiaan. Pasalnya, aksi dilakukan saat umat Kristiani sedang peringati hari besar keagamaannya.

“Kami turut berduka. Umat kristiani diharap tabah, tapi waspada, dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama," kata Lukman.

Baca juga: Menag Sebut Ledakan di Sri Lanka Tragedi Kemanusiaan

Menurut dia, serangan ini adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

Aksi ini, tekan dia, sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama mana pun. Pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama karena tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apa pun motifnya.

"Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah," tegas Menag.

Menag mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban di Sri Lanka. Masyarakat juga diminta menahan diri dan tidak emosional dalam merespons peristiwa ini.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, jelas dia, terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka. Hal ini termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.

"Mari tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing," pesan dia.

Enam ledakan terjadi di Sri Lanka saat peringatan Paskah, Minggu, 21 April 2019. Ledakan tercatat terjadi di gereja St Antony's Shrine, St Sebastian's Church, dan gereja kota Batticaloa. Tiga hotel di Ibu Kota Sri Lanka turut diguncang bom di waktu yang hampir bersamaan.

Sejauh ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan. Namun berdasarkan data intelijen Sri Lanka, ledakan kemungkinan dilakukan NTJ, grup ekstremis yang dikait-kaitkan dengan perusakan sejumlah patung Buddha tahun lalu. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More