Senin 22 April 2019, 10:33 WIB

Angkatan Udara Sri Lanka Temukan Bom Pipa di Bandara

Sonya Michaella | Internasional
Angkatan Udara Sri Lanka Temukan Bom Pipa di Bandara

AFP/Jewel SAMAD
Sejumlah calon penumpang menunggu di Bandara Sri Lanka.

 

BANDARA Internasional Kolombo di Sri Lanka ditutup sementara setelah Angkatan Udara menemukan sebuah bom pipa. Angkatan Udara Sri Lanka menyimpulkan bom itu sebagai Alat Peledak Improvisasi (IED).

"Bom pipa ini merupakan bom rakitan, dengan bahan peledak dimasukkan ke dalam pipa," kata juru bicara AU Sri Lanka Kapten Gihan Seneviratne, dikutip dari NDTV, Senin (22/4).

Ia menambahkan, bom yang mempunyai panjang enam kaki atau sekitar 1,8 meter tersebut sudah diledakkan menggunakan alat khusus oleh tim gegana.

Bandara pun ditutup sementara karena ratusan calon penumpang sempat panik. Salah satu penerbangan yang ditunda adalah maskapai penerbangan Sri Lankan.

Bom pipa ini ditemukan seiring serangkaian delapan bom yang meledak di gereja dan hotel di Kolombo dan menewaskan sekitar 207 orang.

Baca juga: Menag Sebut Ledakan di Sri Lanka Tragedi Kemanusiaan

Sementara itu, delapan orang terkait pengeboman dahsyat tersebut telah ditangkap kepolisian setempat. Para tersangka meledakkan bom di sebuah kafe dan koridor hotel. Menurut peneliti, bahan peledak yang digunakan berjenis C-4.

Salah satu tersangka pelaku bom bunuh diri dilaporkan masuk ke hotel Cinnamon Grand di Kolombo. Dia diidentifikasi sebagai Mohamed Azzam Mohamed.

Sementara dua tersangka pelaku bom bunuh diri lainnya melakukan serangan di Hotel Shangri La dan gereja Batticaloa. Menurut News 18, keduanya diidentifikasi sebagai Zahran Hashim dan Abu Mohammed.

Dari total korban tewas dan luka, puluhan di antara mereka adalah warga negara asing (WNA). Para WNA itu, menurut otoritas Sri Lanka, berasal dari Inggris, Belanda, Amerika Serikat, dan lainnya.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom di Sri Lanka. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More