Senin 22 April 2019, 09:15 WIB

Pengebom di Sri Lanka Menyamar Jadi Tamu Hotel

Denny Parsaulian Sinaga | Internasional
Pengebom di Sri Lanka Menyamar Jadi Tamu Hotel

AFP/ISHARA S. KODIKARA
Hotel Kingsbury yang ditargetkan pada hari sebelumnya oleh ledakan di Kolombo pada 21 April 2019.

 

PELAKU pengeboman di Kolombo, Sri Lanka, kemarin ternyata antara lain menyamar sebagai tamu di Hotel Cinnamon Grand sebelum kemudian melakukan aksinya.

Sambil membawa piring dan mengantre sarapan, pria yang menginap sejak sehari sebelumnya dengan mengaku bernama Mohamed Azzam Mohamed itu baru saja akan dilayani pelayan.

Di tengah-tengah restoranTaprobane yang padat itu, sang pria kemudian meledakkan bom yang dilekatkan di punggungnya. "Suasana jadi sangat kacau," ungkap seorang manajer hotel yang tidak mau disebut namanya.

Restoran itu sendiri tengah dipenuhi tamu yang berlibur. "Kejadiannya pukul 08.30 waktu setempat dan tempat itu penuh oleh keluarga-keluarga," tambah sang manajer.

"Pelakunya datang ke depan barisan antrean makanan dan meledakkan bom. Salah seorang manajer yang sedang menyambut tamu juga termasuk yang langsung tewas," ujarnya.

Pengebom itu juga ikut tewas. Polisi menemukan sebagian jasadnya yang masih utuh dan langsung dibawa untuk diselidiki.

Baca Juga : Serangan Bom di Sri Lanka Renggut Sedikitnya 138 Jiwa

Pengurus hotel lainnya lalu menceritakan bahwa sang pelaku, yang merupakan orang Sri Lanka, menginap dengan memberikan alamat yang ternyata palsu. Pelaku mengatakan sedang berada di Kota Kolombo untuk kepentingan bisnis.

Hotel Cinnamon berdekatan dengan kantor perdana menteri sehingga pasukan komando Sri Lanka dalam waktu singkat segera terjun ke lokasi.

Dua hotel lainnya, yakni Shangri-La dan Kingsbury, juga menjadi sasaran pada saat yang bersamaan. Para saksi mata di Shangri-La mengatakan mendengar dua ledakan keras, sedangkan staf hotel menyebut beberapa orang tewas.

Pejabat pemerintah kemudian menyebut kebanyakan dari 35 orang asing yang tewas ialah tamu dari hotel-hotel tersebut.

Pihak manajemen Shangri-La dalam pernyataannya mengatakan bom meledak sekitar pukul 09.00 waktu setempat di Restoran Table One.

Hotel Kingsbury juga merupakan salah satu hotel termahal di Kolombo. Letaknya berdekatan dengan gedung World Trade Center Kolombo.

Serangan ikut menyasar tiga gereja yang sedang padat. Bom di Gereja St Anthony, yang merupakan sebuah gereja bersejarah, memiliki daya ledak begitu tinggi sehingga hampir semua atap bangunan hancur.

Adapun serangan lainnya menimpa Gereja St Sebastian di Kota Negombo di utara Kolombo serta Gereja Zion yang ada di Kota Batticaloa di pesisir timur Sri Lanka.

Larangan pemerintah

Pemerintah Sri Lanka melakukan sejumlah peraturan setelah terjadinya pengeboman, antara lain larangan keluar malam hari di seluruh negeri itu.

Kementerian Pertahanan Sri Lanka awalnya menyatakan larangan itu hanya akan berlaku sebentar. Namun, polisi kemudian menyebut bisa saja larangan diperpanjang.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyatakan akan memberlakukan larangan 'sementara' terhadap penggunaan media sosial.

"Pemerintah memutuskan memblokir semua platform media sosial dengan tujuan mencegah penyebaran infomasi-informasi yang tidak benar," tegas Sekretaris Kepresidenan Sri Lanka, Udaya R Seneviratne.

Menurut Sri Lanka Airlines, pengamanan di Bandara Kolombo juga diperketat. Para calon penumpang kemudian disarankan untuk datang 4 jam sebelum waktu keberangkatan.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sejauh ini masih menolak menjelaskan identitas para tersangka pelaku. Namun, aparat keamanan telah menahan sedikitnya tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. (AFP/X-11)

Baca Juga

Antara

Ilmuwan Jepang Beralih ke Ulat Sutera untuk Vaksin Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:55 WIB
Profesor Universitas Kyushu, Takahiro Kusakabe, dan timnya sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin unik menggunakan ulat...
Antara

Rusia Tawarkan Pasok Vaksin Covid-19 ke Filipina

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:45 WIB
Rusia bersedia memasok vaksin virus korona (covid-19) ke Filipina, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memproduksinya secara...
AFP/YONHAP

Banjir Korsel Akibatkan Puluhan Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 16:18 WIB
Hujan deras, tanah longsor, dan banjir di Korsel telah menewaskan sedikitnya 30 orang dalam beberapa hari terakhir. Namun, jumlah korban...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya