Senin 22 April 2019, 09:15 WIB

War Room TKN Bongkar Kebohongan BPN

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
 War Room TKN Bongkar Kebohongan BPN

MI/RAMDANI
Wakil Direktur TKN Lukman Edi

 

WAKIL Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Lukman Edi, mengungkapkan pihaknya telah menyisir data C1 yang diperoleh dari para saksi di TPS sekaligus mengupas data yang diungkap tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang mengklaim kemenangan 62% Prabowo dari real count mereka.

“Datanya kami kupas, kami analisis, dan ternyata kami menemukan seperti ini. Ada dua contoh yakni Lampung dan Jakarta,” tutur Lukman dalam konferensi pers di Grand Melia, Jakarta, kemarin.

Ia mengungkapkan dari data Provinsi Lampung yang berdasarkan entry data war room yang sudah 50% menunjukkan kemenangan Jokowi sebesar 57,6% di Lampung, sedangkan Prabowo Sandi hanya 42,33%. Angka tersebut sama dengan hasil hitung cepat Charta Politica (57,93%), SMRC (57,75%), dan LSI Deni JA (58,1%) di Lampung itu sendiri.

“Kami kupas yang klaim 62%, ternyata di sana kami dibuat 40,91% dengan kemenangan paslon 02 sebesar 59,09%. Setelah kami lihat itu bohong, mereka hanya memasukkan 30 TPS saja di Lampung,” tutur Lukman.

Hal serupa juga terjadi di DKI Jakarta berdasarkan data TKN yang sudah hampir 40% entry data. Data tersebut menunjukkan nilai yang hampir sama dengan temuan real count KPU dan hitung cepat tiga lembaga survei.

Berdasarkan data tersebut, capres 01 unggul 55,4% dengan real count KPU 54,2%, sedangkan pada dua lembaga survei lainnya 51,74% dan 51,9%. Adapun berdasarkan data dari BPN yang menyatakan menang di Jakarta, setelah diselisik ternyata hanya memasukkan data 300 TPS. Itu jadi kebohongan kedua BPN.

“Kami akan setiap hari mengeluarkan bukti kebohongan-kebohongan itu ketika kami sudah entry data lebih dari 40%. Karena ketika sudah lebih dari 40%, itu sudah stabil angka naik-turunnya perolehan persentase kita. Paling dekat itu Bali dan Jatim, kami akan rilis lagi kebohongan ketiga dan keempat mereka,” ujar Lukman.

Dia menjelaskan saat ini data masuk sudah 14,6% dari TPS. Data tersebut, menurutnya, sedikit lebih maju dari milik KPU yang baru 11,01%. Dari data itu posisi Jokowi-Amin terlihat 55,16% dan data KPU 54,8%.

Menurut Koordinator IT Saksi TKN, Nova, data-data yang diperoleh tim di war room berasal dari seluruh saksi yang ada di TPS dari partai-partai politik koalisi capres 01. Pihaknya meyakini para saksi tersebut memasukkan data yang lebih reliabel ketimbang para relawan karena berkomitmen dengan pihaknya. (Dro/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More