Senin 22 April 2019, 06:30 WIB

Tokoh Dunia Kutuk Aksi Pengeboman di Sri Lanka

Denny Parsaulian | Internasional
Tokoh Dunia Kutuk Aksi Pengeboman di Sri Lanka

AFP/ISHARA S. KODIKARA
Petugas keamanan bersiaga di depan Gereja St Anthony setelah terjadi ledakan bom saat ratusan orang menghadiri misa Paskah di gereja

 

PARA tokoh dunia dan pemuka agama ­mengutuk terjadinya sejumlah serang­an bom di beberapa hotel dan gereja di ibu kota Sri Lanka, Kolombo, kemarin.

Kejadian pada pagi hari itu menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk sejumlah orang asing berkewarganegaraan Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat. Warga Jepang juga dikabarkan ikut terluka dalam serangan tersebut.

Hotel yang menjadi sasaran antara lain Cinnamon Grand dan Shangri-La. Serangan juga terjadi di Gereja St Anthony, St Sebastian di Kota Negombo, dan Zion di Kota Batticaloa.

Presiden AS Donald Trump, misalnya, menulis dalam akun ­Twitter-nya, ‘Dukacita mendalam dari warga AS bagi rakyat Sri Lanka atas terjadinya serangan teroris yang keji terhadap beberapa hotel dan gereja. Kami siap membantu!’.

Pemimpin Rusia Vladimir Putin meyakinkan bahwa negaranya akan selalu siap membantu Sri Lanka melawan ancaman terorisme internasional.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menggambarkan serangan itu sebagai ‘sungguh mengerikan’. Dalam akun Twitter-nya, May menyatakan, “Aksi-aksi kekerasan terhadap beberapa hotel dan gereja di Sri Lanka sangat mengerikan. Simpati saya yang paling dalam bagi semua yang menjadi korban.”

Rasa duka ikut disampaikan Paus Fransiskus atas terjadinya serangan itu. “Saya ingin meng­utarakan kedekatan kasih sayang saya bersama warga Nasrani yang diserang saat tengah beribadat, dan kepada semua korban serangan kejam itu,” ungkap Paus Fransiskus dalam pidato tradisional Paskah di Vatikan.

Sikap Indonesia
Pemerintah Indonesia, selain mengecam keras aksi pengeboman di berbagai lokasi di Sri Lanka, ikut pula bersama rakyat Indonesia menyampaikan dukacita ­mendalam kepada korban dan keluarga mereka.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kolombo terus memantau perkembangan situasi dan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit, dan perhimpunan WNI setempat,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah RI.

Indonesia meyakini bahwa pemerintah Sri Lanka dapat mengatasi situasi dengan baik dan Indonesia juga bersedia memberikan bantuan yang diperlukan.

Pemerintah lalu mengimbau WNI di Sri Lanka untuk tetap waspada dan berhati-hati serta mengikuti arahan dari otoritas keamanan setempat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam siaran pers Kementerian Agama mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik bagi korban di Sri Lanka. Menag juga meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional serta tidak menebar hoaks.

Saat ini ada sekitar 374 WNI di Sri Lanka, termasuk 140 di Kolombo, ibu kota negara itu. Pemerintah menyebut belum ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Menurut rilis dari Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia di Kementerian Luar Negeri RI, seorang WNI berinisial KW sedang berada di Hotel Shangri La saat terjadi ledakan. Namun, Kedutaan Besar RI di Kolombo telah memastikan WNI tersebut dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi aparat keamanan Sri Lanka. (AFP/Ant/X-11)   

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More