TKN Pamerkan War Room Input Data C1 Real Count

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Minggu, 21 Apr 2019, 20:25 WIB Politik dan Hukum
TKN Pamerkan War Room Input Data C1 Real Count

MI/Susanto
Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Moeldoko (kiri) didampingi Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto (kanan)

TIM Kampanye Nasional (TKN) memamerkan war room yang dipakai untuk menghitung C1. Menurutnya ruangan tersebut ada dan dapat dilihat secara nyata bagaimana TKN mengelola data seluruh C1 yang diperolehnya dari para saksi partai yang ada di lapangan ketika hari pencoblosan dari seluruh Indonesia.

"Teman teman media bisa melihat ini nyata, real, dan terbuka. Ini posko real count. Jumlah yang bekerja 240 orang dengan tiga shift kerja, masing masing shift 80 orang. Jadi ini terus jalan 24 jam," jelas Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko di Hotel Grand Melia Jakarta, Minggu (21/4).

Ia menjelaskan prinsip kerja war room tersebut merupakan real count yang di set up secara terbuka untuk siapa pun. Menurutnya sengaja dibuat terbuka karena tidak ada sesuatu hal yang disembunyikan, khususnya terkait proses perhitungan C1 dari lapangan sehingga tidak perlu ada yang curiga atau tanggapan miring terkait dari mana dan proses seperti apa yang dilakukan dalam memperoleh angka prosentase hasil perhitungan suaranya.

"Real count ii memiliki mekanisme bekerja, bukan asal asalan semberono apalagi dari secarik kertas. Ini semua dapat dipertanggung jawabkan sama seperti yang dilakukan KPU. Jadi bukan suka suka gua karena bisa dipertanggung jawabkan," seloroh Moeldoko.

Menurutnya apa yang dilakukan TKN kali ini adalah untuk mengkoreksi jika terjadi sesuatu di KPU. Sehingga ketika dada yang tidak selaras akan dapat diketahui dimana ketidak samaannya dan jika memang ada penyimpangan dapat dipertanyakan.

Baca juga: Lembaga Survei Tantang Prabowo Buka Data Survei Internal

"Ini sekaligus menjadi alat kontrol kami," jelas Moeldoko.

Dalam kesempatan yang sama Ardi petugas penginput data menjelaskan tugasnya menginput data scan dan foto dari C1 yang ditugaskan kepada dirinya. Menurutnya foto maupun scan yang dimasukkannya sudah melalui tahap verifikasi terlebih dahulu sebelumnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Koordinator IT Saksi Nova, menurutnya data data yang diperoleh tim di war room berasal dari seluruh saksi yang ada di TPS dari partai partai politik koalisi capres 01. Pihaknya meyakini para saksi tersebut memasukkan data yang lebih realible dibandingkan dengan para relawan karena berkomitmen dengan pihaknya.

Nova pun menilai pihaknya telah memiliki data lengkap dari mana C1 itu berasal, siapa yang bertugas, koordinatornya siapa dan semuanya dapat dihubungi langsung. Proses verifikasi berjenjang tetap dilakukan pihaknya untuk memastikan keakuratan data.

"Jadi kami memiliki data berdasarkan saksi partai di lapangan. Mereka sudah terdata by name dan by addres nya sehingga dapat lebih dipercaya, jika ada yang tidak benar bisa langsung kami kontak yang bersangkutan," terang Nova.

Wakil Direktur Saksi Lukman Edi menjelaskan saat ini data maasuk sudah 14,6% dari TPS. Data tersebut menurutnya sedikit lebih maju dari milik KPU yang baru 11,01%. Dari data tersebut posisi Jokowi - Amin terlihat 55,16% dan data KPU 54,8%.

"JAMIN aplikasi yang kami buat untuk melakukan koreksi terhadap C1 di seluruh Indonesia. Visinya H+1, sama dengan KPU H+5, sudah 100 persen tapi ada kendala. Kendala kami dengan KPU sama, Pemilu sekarang tak ada rekapitulasi tingkat desa. 2014 entry sata C1 cepat karena umumnya lalukan entry di tingkat desa, bukan tingkat TPS. Hari ini di Kecamatan yang dimulai hari ini di seluruh Indonesia," jelas Lukman.

Oleh sebab itu menurutnya dalam satu hingga dua hari kedepan rekapitulasi kecamatan dapat selesai akan membuat percepatan dalam entry data dibandingkan saat ini yang berbasis TPS.

Angka dari hasil yang diperolehnya menurut Lukman tidak berbeda jauh dengan hasil quick count yang dilakukan lima penyelenggara berbeda. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More