Petugas Pemilu Diduga Dianiaya di Makassar

Penulis: Lina Herlina Pada: Minggu, 21 Apr 2019, 18:00 WIB Politik dan Hukum
Petugas Pemilu Diduga Dianiaya di Makassar

Thinkstock
Ilustrasi

PEMILU 2019 ini menyisakan banyak kesan yang tidak enak bagi penyelenggaranya, khususnya di tingkat Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS). Ada yang diduga dianiaya oleh pemilih, atau orang terdekat calon anggota legislatif.

Komisioner KPU Sulsel Divisi Data dan Humas, Uslimin mengungkapkan, terdapat tiga penganiayaan yang dialami anggotanya, disulut api rokok, dipukul, dan disiram tinta pemilih.

"Yang disulut api itu di Kota Palopo. Sebelumnya dia disiram tinta pemilu. Itu kejadiannya di TPS 01 Kelurahan Penggoli, Palopo. Lalu ada juga pemukulan ketua KPPS di TPS 04 Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Luwu Timur," ungkap Uslimin.

Menurut Uslimin pihak KPU masih mendalami kasus tersebut, sambil menunggu, kronologisnya secara detail. "Tapi yang pasti KPU akan menempuh jalur hukum," tegasnya.

Ia bahkan mengaku sangat menyayangkan apa yang dilakukan pemilih ataupun orang-orang terdekat pasangan calon yang ada, karena main hakim sendiri, karena ini negara hukum.

Baca juga: Jakarta Barat Tertinggi Dugaan Pelanggaran Pemilu

"Harusnya jika ada yang janggal, diselesaikan dengan cara elegan. Jika menemukan hal-hal yang janggal yang dilakukan pihak penyelenggara bisa dilakukan dengan cara-cara yang elegan. Kalau ada yang tidak cocok, ayo kita cocokkan C1nya bahkan langkah paling akhir kalau memang tidak bisa selesai-selesai juga, ayo kita buka surat suaranya," tandas Uslimin.

Sebelumnya juga diketahui, Ketua KPPS 12 Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Baharuddin Effendy, menjadi korban penganiayaan orang sesorang yang dikenal sebagai orang suruhan salah satu caleg di sana. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More