Lembaga Survei Bungkam Kubu Prabowo-Sandi

Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena Pada: Minggu, 21 Apr 2019, 06:00 WIB Politik dan Hukum
 Lembaga Survei Bungkam Kubu Prabowo-Sandi

MI/BARY FATHAHILAH
Lembaga survei yang tergabung dalam anggota Persepi menggelar Expose Data Quick Count Pemilu 2019

Alih-alih pindah ke Antartika, lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) malah menantang balik kubu 02 untuk buka-bukaan data dan metode hitung cepat.

Namun, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno enggan meladeninya. Polemik hitung cepat pun antiklimaks.

Ketua Persepi Philips J Vermonte mengatakan pembukaan data lembaga survei guna menjawab tudingan kubu 02. Menurutnya, hitung cepat (quick count) dan exit poll (survei dengan bertanya ke pemilih seusai mencoblos) ialah kegiatan rutin dalam pemilu.

Berdasarkan rekam jejaknya, hasil dari survei ataupun hitung cepat tidak terpaut jauh dengan hasil resmi KPU. "Kami menghargai keputusan akhir ada di KPU. Kami melihat debat di publik seolah-olah mendeligitimasi metode scientific," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Philips mengajak semua pihak ikut serta membiasakan diri dengan debat ilmiah. "Ini persoalan trust, maka kami sangat berkepentingan menjaga trust itu," tandas Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini.

Direktur Eksekutif Charta Politika yang juga Sekretaris Jenderal Persepi, Yunarto Wijaya, mengatakan pemulikasian data hitung cepat bertujuan untuk menjaga kredibilitas lembaga survei. "BPN mengatakan hasil quick count pasti salah. Kami ingin buka-bukaan data, makanya kami juga mengundang BPN, tapi tidak datang,".

Terkait dengan dilaporkannya lembaga survei yang berafiliasi dengan Persepi, Ketua Legal Persepi, Andi Syafrani, menyatakan akan menunggu proses yang berlangsung di Bareskrim. "Posisi hukum kita (Persepi) sebagai bagian dari UU Pemilu. Ini kan lex-specialis, maka semua pengaturannya ada di dalam UU Pemilu," ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan lembaga survei yang melakukan hitung cepat membohongi rakyat Indonesia. "Mungkin kalian (lembaga survei) harus pindah ke negara lain. Kau bisa pindah ke Antartika. Mungkin kau bisa bohongi penguin di sana," kata Prabowo, di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Hargai ilmu pengetahuan
Ketua Dewan Etik Persepi Hamdi Muluk menyatakan kebenaran atas hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei akan terjawab pada 22 Mei mendatang. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak lagi meributkan soal hitung cepat. "Kalau kita ingin jadi bangsa yang sehat, kita harus menghargai ilmu pengetahuan," ujarnya.

Jumpa pers dihadiri delapan lembaga survei yang melakukan hitung cepat. Mereka mengunggulkan pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin atas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Total anggota Persepi sebanyak 32 lembaga. Setiap anggota Persepi diwajibkan meneken pakta integritas dan menaati kode etik.

Terpisah, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, enggan menanggapi tantangan Persepi. "Tidak relevan lagi berbicara tentang quick count, sebenarnya bukan quick countnya, tapi proses menuju penghitungan itu," kata Sudirman di rumah pemenangan Prabowo - Sandi, Jakarta, kemarin.

Ia menampik bahwa BPN memiliki survei internal. Menurutnya, klaim kemenangan yang dilakukan pihaknya berdasarkan C1 plano dari masyarakat. "Bukan internal, apa yang disampaikan Pak Prabowo itulah berbasis C1 karena pemilu itu dari C1," tegasnya. (X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More