Kasus Coblos Pakai KTP-E di NTT Berpotensi Masuk Pidana Pemilu

Penulis: Palce Amalo Pada: Sabtu, 20 Apr 2019, 18:15 WIB Nusantara
Kasus Coblos Pakai KTP-E di NTT Berpotensi Masuk Pidana Pemilu

MI/Palce Amalo
Pemungutan suara di NTT

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menunggu laporan kasus pemilih asal luar daerah mencoblos berbekal kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) di sejumlah tempat pemunggutan suara (TPS) di daerah itu.

Jika ditemukan adanya pelanggaran, KPU akan mendorong diproses secara hukum. 

"Kalau sudah dibuktikan PSU (pemunggutan suara ulang), proses yang mengikuti PSU itu juga harus diproses pidananya," kata Anggota KPu  NTT Yefri Gala di Kupang, Sabtu (20/4).

 

Baca juga: Polda Amankan Tujuh Perusuh Pecoblosan di Jatim

 

Menurut Yefri, KPU tidak melarang pemilih mencoblos menggunakan KTP-E, namun harus sesuai alamat domisili, atau pemilih membawa surat pindah memilih (A5).

Sesuai data KPU, pemilih asal daerah lain mencoblos pakai KTP-E tanpa membawa formulir A5 terbanyak di TPS 11 Kelurahan Kolhua, Kota Kupang sebanyak 14 orang. Adapun di Kabupaten Rote Ndao, satu pemilih diduga mengunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April lalu lebih dari satu kali. 

"Kalau terbukti, kami akan dorong ke pidana pemilu," tambah Anggota KPU NTT Yosafat Koli. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More