Pengamat: Investor Tidak Terpengaruh Klaim Kemenangan Prabowo

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 20 Apr 2019, 15:01 WIB Politik dan Hukum
Pengamat: Investor Tidak Terpengaruh Klaim Kemenangan Prabowo

Antara/Aditya Pradana Putra
Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia

EKONOM Universitas Indonesia Fithra Faisal menilai klaim kemenangan atas pemilihan presiden (pilpres) 2019 tidak signifikan membuat investor menjadi khawatir terhadap perekonomian di Indonesia.

"Saya rasa tidak buat (investor) khawatir. (Klaim kemenangan pilpres) Tidak terlalu signifikan (bagi investor) karena mereka melihat sebenarnya situasi keamanan di Indonesia paska pilpres masih kondusif," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (20/4).

Usai pilpres, sambung Fithra, pelaku pasar justru meresponsnya secara positif. Maka itu, menurutnya, pemerintah harus bisa menjaga momentum positif tersebut.

"Bagaimana menjaga momentum positif ini? Dengan memperkuat fundamental perekonomian kita yang secara umum masih banyak yamg dibenahi, terutama terkait sektor industri," terangnya.

Baca juga: Respons Positif Hasil Hitung Cepat akan Berlanjut

Investor terutama yang jangka panjang, kata Fithra, akan lebih melihat bagaimana kebijakan yang diterapkan ke depannya. Pasalnya, mereka menginginkan adanya konsistensi kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Lebih lanjut, Fithra mengatakan bahwa respons positif pelaku pasar tersebut hanya bersifat sementara. Paling lama, menurut dia, respons positif tersebut berlangsung hingga rekapitulasi akhir KPU secara nasional pada 22 Mei mendatang. Setelah itu, respons pelaku pasar tidak meningkat secara signifikan sebagaimana respons atas hasil hitung cepat (quick count).

"Tapi, kalau misalnya nanti pengumuman kabinet (presiden terpilih) sesuai dengan ekspektasi mereka (pelaku pasar/investor), itu bisa jadi berbalik lagi lebih positif," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More