Ridwan Kamil Lantik Kepala Daerah Bogor dan Ciamis

Penulis: Eriez M Rizal Pada: Sabtu, 20 Apr 2019, 14:30 WIB Politik dan Hukum
Ridwan Kamil Lantik Kepala Daerah Bogor dan Ciamis

MI/BAYU ANGGORO
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) saat melantik

SETELAH tertunda dua pekan karena pelaksanaan Pemlilu 2019, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil akhirnya melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim, serta Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Yana D Putra sebagai kepala daerah periode 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (20/4).

Sebelumnya kedua kepala daerah hasil pilkada 2018 tersebut akan dilantik pada 7 April lalu, namun Kemendagri meminta untuk diundur setelah pelaksanaan pemilu.

"Sesuai arahan kemendagri kita mohon maaf dulu karena dundur dari tanggal 7 April dengan pertimbangan datang dari pusat, saya hanya meneruskan," kata pria yang karib disapa Kang Emil.

Pada kesempatan tersebut, Emil meminta kepala daerah rajin berkomunikasi dengan provinsi juga gubernur agar sinkronisasi pembangunan di Ciamis dan Kota Bogor bisa melesat cepat.

"Tentunya nasehat saya tidak berubah, menjaga integritas pimpinan dengan keteladanan dan juga ASN. Kedua melayani, turun tangan, yang ketiga profesional," ucapnya.

Di sisi lain, dengan tensi suasana setelah pilpres yang belum mereda, Emil meminta kedua kepala daerah tersebut menjaga keamanan wilayah masing-masing terutama pada minggu-minggu ini.

"(kedua kepala daerah) agar menyikapi pemilihan presiden dan legislatif dengan cara yang bijaksana dan lebih baik. Yang pertama, jaga ketenangan, kurangi statement-statement atau postingan-postingan yang kurang produktif dan membuat suasana tidak kondusif," tegasnya.

Baca juga: MUI Keluarkan Lima Imbauan Pascapemilu 2019

Kedua, dia berharap warga menyadari semua keputusan diserahkan kepada KPU. Hasil akhir itu yang nanti bisa menjadi acuan.

"Damai dan tenangnya diharapkan hadir dan diberi contoh oleh Ciamis dan tentunya Bogor," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan program di Kota Bogor, Emil mengatakan dalam waktu dekat Bogor akan memiliki banyak program-program sustainable development. Salah satunya, sebagai pusat pengolahan plastik yang studinya berasal dari hibah salah satu pengolahan plastik dari Inggris. Sementara Ciamis akan ada program pengembangan pusat budaya yang menjadi hibah dari provinsi.

"InsyaAllah menyukseskan dan pada akhirnya berakumulasi pada keberhasilan," tutur dia.

Terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan tugas pertama dia dan wakilnya akan jahit silaturahmi dan komunikasi sekaligus merekatkan hubungan dengan semua pihak di Bogor, yang tensinya sempat naik selama Pilpres.

"Langkah pertama bangun kebersamaan dengan Bogor," kata dia.

Pihaknya juga ingin menjadikan Bogor sebagai kota yang layak dan ramah untuk keluarga. Soal tranportasi, diakui Bima, belum maksimal seperti menggantikan angkot dengan Trans Pakuan. Selain itu, beberapa titik kemacetan jadi prioritas utama.

"Soal program 100 hari, kami tidak ada program itu. Bogor harus terus berlari, setiap hari lari," ujar dia.

Soal plastik jadi BBM, tambah dia, sudah didukung oleh gubernur untuk menjadi program percontohan. Saat ini, pihaknya tengah mencari lokasi. Pihaknya memiliki lahan Galuga yang akan bisa digunakan tahun depan karena Bogor akan menggunakan TPPAS Lulut Nambo.

Di sisi lain, pihaknya pun telah menerbitkan perwal pembatasan plastik di supermarket maupun minimarket sejak 1 Desember 2018. Ditargetkan pada dua tahun ke depan, pasar tradisional akan mengikuti. Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat menolak memberikan keterangan usai pelantikan.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More