Paus Soroti Penderitaan Budak Zaman Modern

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Sabtu, 20 Apr 2019, 14:00 WIB Internasional
Paus Soroti Penderitaan Budak Zaman Modern

ANTARA/Ryan Carter
Paus Fransiskus

PAUS Fransiskus memimpin prosesi tradisional Paskah 'Jalan Salib' di Roma, Jumat (19/4). Paskah tahun ini bertema Perbudakan Modern dan Perdagangan Manusia, termasuk para pelacur yang melakukan perdagangan di jalan-jalan Italia.

Upacara yang diadakan pada Jumat Agung dalam kalender Kristen itu menandai hari Kristus disalibkan. Tema diambil dari meditasi yang ditulis biarawati Katolik Eugenia Bonetti, yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Afrika dan juga hadir dalam acara tersebut.

Acara ini menyoroti budak seks yang dimanfaatkan, tetapi dikutuk masyarakat yang mengeksploitasi mereka.

Teks dibacakan dengan lantang saat prosesi melalui jalan-jalan di Roma dan berakhir di luar Koloseum. Koloseum ini pernah menjadi tempat penganiayaan orang-orang Kristen di bawah Kekaisaran Romawi.

Paus Fransiskua, dalam sebuah doa di akhir upacara, berbicara tentang salib orang-orang yang haus akan keadilan dan perdamaian.

Baca juga: Paus Fransiskus Pimpin Misa di Maroko

Sekitar 20.000 umat Katolik berkumpul di sekitar amfiteater Romawi yang agung. Mereka memegang lilin yang menyala untuk mengikuti upacara malam dalam keheningan.

Paus berbicara tentang orang-orang yang membawa semua salib dunia, termasuk mereka yang lapar dan yang menemukan pintu tertutup karena ketakutan serta hati tertutup oleh politik.

Paus asal Argentina itu juga menyinggung sekularisasi masyarakat modern. Umat beriman percaya dan berusaha hidup sesuai dengan perkataan orang, tetapi mendapati diri mereka terpinggirkan dan dibuang bahkan oleh keluarga dan teman sebaya mereka.(AFP/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More