Sabtu 20 April 2019, 09:35 WIB

Tiada Kursi buat Sandi di DKI

M Iqbal Al Machmudi | Megapolitan
Tiada Kursi buat Sandi di DKI

MI/PUTRI ANISA
Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menutup peluang kembalinya Sandiaga Uno ke kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta jika kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini.

Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi mengatakan Sandiaga telah mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Wagub DKI dalam rapat paripurna DPRD DKI pada 27 Agustus 2018, kendati bisa saja ambil cuti dan kembali menjabat jika kalah di pilpres.

"Terlebih saat ini tahapan pengisian kursi wagub yang lowong itu tengah berjalan di DPRD. Jadi, Sandiaga tidak mungkin kembali menjabat Wakil Gubernur DKI," kata Suhaimi.

Partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada 2017, sambungnya, telah mengirim dua nama kandidat pengganti Sandiaga, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, ke DPRD. Dua nama kader PKS itu telah disodorkan PKS melalui gubernur ke DPRD.

"Jadi, sekarang tinggal tunggu proses pemilihan salah satu dari dua nama itu di DPRD, yang rencananya akan dilakukan seusai pemilu ini," ujarnya.

Hingga saat ini, panitia khusus (pansus) pemilihan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta belum juga terbentuk. Baru tiga fraksi dari sembilan fraksi yang ada di DPRD mengirimkan wakilnya untuk duduk di pansus itu. Alasannya, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta mengaku sibuk untuk mengurus pemilu legislatif pada 17 April 2019 lalu.

Baca juga: Anies Ajak Masyarakat Memilah Informasi Hasil Pemilu

Tiga fraksi yang telah mengirim utusan tersebut yakni Fraksi Partai NasDem yang mengutus Bestari Barus, Partai Hanura (Ongen Sangaji), dan PKS (Abdurrahman Suhaimi).

"Kita tunggu hasil pilpres sesuai dengan aturan KPU. Soal Wagub DKI, sudah ada aturannya. Kita tak mau berandai-andai dan DPRD DKI sudah fokus pada dua calon wagub ini," kata Suhaimi.

Soliditas koalisi

Di kesempatan terpisah, peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syafuan Rozi menyampaikan, meski aturan tak melarang Sandiaga kembali menduduki kursi Wagub DKI, ada dampak negatif yang akan diterimanya.

"Dampak negatifnya, itu tentu akan menyakiti hati PKS sebagai partai koalisi yang sudah dijanjikan kursi Wakil Gubernur yang ditinggalkan sebelumnya," ujar Syafuan.

Hal itu, sambungnya, akan memengaruhi soliditas koalisi partai di DPRD.

"Tinggal dipertimbangkan saja, mau memenangkan partai politik atau mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang sudah pernah memilih Sandiaga sebagai Wagub?" imbuhnya.

Syaufan juga berpendapat jika Sandiaga kembali menjadi wakil gubernur justru akan menghibur karena hal tersebut semacam win-win solution jika kalah dalam pilpres nanti. (J-1)

Baca Juga

Ilustrasi

321 Perusahaan di Jakarta Abai Protokol Covid-19

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:34 WIB
"Kepada 321 perusahaan itu diberikan teguran dan pembinaan," ungkap Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah saat dihubungi...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

BPTJ Perpanjang Penghentian Layanan AKAP dan AKDP Hingga 7 Juni

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 16:29 WIB
“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat yang terlanjur mudik keluar Jabodetabek untuk menunda terlebih dahulu perjalanan kembali...
Antara

Sekda DKI: Gaji PPSU dan Non PNS tidak Dipotong

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 15:51 WIB
Pemerintah DKI Jakarta memastikan hak keuangan untuk tenaga harian atau Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) seperti petugas prasarana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya