MUI: Mari Bersyukur, Pemilu Sejauh ini Berjalan Lancar

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Jumat, 19 Apr 2019, 21:54 WIB Politik dan Hukum
MUI: Mari Bersyukur, Pemilu Sejauh ini Berjalan Lancar

Dok.MI
Ilustrasi

MENYIKAPI telah terselenggaranya proses Pemilu Presiden dan Pemilihan legislatif serentak pada Rabu (17/4) lalu, Dewan Pimpinan dan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan taushiyah kebangsaan dan imbauan pada masyarakat khususnya umat islam agar tetap menjaga keutuhan bangsa dan mengedepankan persatuan. Tausiah itu disampaikan oleh Ketua MUI Yusnar Yusuf Rangkuti.

Pertama, MUI mengajak seluruh keluarga besar bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersyukur ke pada Allah SWT suatu tahapan penting Pemilu, yakni pencoblosan kertas suara, telah berlangsung dengan lancar dan terkendali, walaupun di sana-sini masih terdapat kekurangan dan kelemahan.

Kedua, imbuhnya, MUI mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) presiden dan wakil presiden terpilih secara definitif berdasarkan konstitusi dengan sikap taat berkonstitusi.

"Kami meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalui cara-cara langsung atau tidak langsung, melalui pemberitaan hasil Quick Count karena bersifat menggambarkan sesuatu yang belum pasti tapi dapat dan telah menimbulkan eforia berlebihan dari rakyat pendukung, yang pada gilirannya dapat mengundang reaksi dari pihak lain," tuturnya di Kantor Pusat MUI, Jakarta, pada Jumat (19/4).

Ia menjelaskan klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, dapat dan telah menimbulkan eforia dari pendukung masing - masing, yang potensial menimbulkan konflik di kalangan rakyat. Selain itu, pemberitaan media massa maupun media sosial yang tidak berimbang bisa menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.

Ketiga, MUI juga menyerukan kepada kepada semua pihak, baik tim sukses, relawan, dan pendukung masing-masing pasangan capres dan cawapres untuk dapat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis, dan main hakim sendiri, namun menyerahkan penyelesaian setiap sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat konstitusi.

Keempat, MUI mendesak kepada penyelenggara pemilu, agar bekerja sesuai amanat konstitusi yaitu  berdasarkan asas langsung, bebas, rahasia, serta jujur dan adil untuk tahapan-tahapan berikutnya.

"Untuk tahapan berikutnya senantiasa berpengang teguh kepada asas-asas tadi khususnya kejujuran dan keadilan. Maka KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), dan pihak keamanan beserta  agar masing-masing untuk berlaku profesional, obyektif, transparan, dan imparsial atau non partisan.

Kelima, secara khusus MUI mendesak lembaga penegakan hukum dan keamanan yakni Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri untuk mengemban amanat dan tanggung jawab dengan tidak mengedepan kepentingan kecuali kepada bangsa dan negara. Keenam, MUI menyerukan kepada umat Islam khususnya agar dapat menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk menegakkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) dalam koordinasi MUI.

Terakhir, MUI mengajak seluruh umat beragama khususnya umat Islam untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia aman dan sentosa, rukun dan damai dan terhindar dari malapetaka perpecahan.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin mengatakan MUI telah mengadakan rapat khusus membicarakan dinamika nasional pasca pelaksanaan tahapan pemilu dan banyak masukan dari berbagai ormas islam yang dirumuskan menjadi tausiah kebangsaan.

Dijelaskannya bahwa dari banyak masukan ormas bahwa banyak informasi yang diterima dewan pertimbangan yang pimpinan ormas islam bahwa ada potensi gesekan pasca pemilu seperti pembakaran kantor KPPS, euforia massa yang berlebihan di sebuah kota setelah mengetahui hasil hitung cepat yang sangat potensial mengundang reaksi.

"Para ulama membaca gelagat ini harus segera ditangkal. Maka kami bersepakat mengeluarkan tausiah," tutur Din Syamsudin. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More