Isu Transportasi Jadi PR Bima Arya

Penulis: (DD/X-6) Pada: Sabtu, 20 Apr 2019, 05:20 WIB Megapolitan
 Isu Transportasi Jadi PR Bima Arya

Foto: Istimewa-tim media Badra-Dede Susianti
calon Walikota Bogor dan Wakil Walikota Bogor Bima Arya-Dedie A Rachim

PELANTIKAN Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih periode 2019-2024 Bima Arya dan Dedie A Rachim akhirnya mendapat kepastian.

Keduanya yang memenangi perhelatan pemilihan kepala daerah serentak pada Juni 2018, dijadwalkan dilantik hari ini (Sabtu, 20/4).

Pelantikan itu sedianya dilaksanakan pada Minggu (7/4), tetapi karena alasan Pemilihan Presiden 2019, pelantikan ditunda.

"Pelantikan Sabtu pukul 08.00 WIB pagi di Gedung Sate, Bandung. Minggunya akan pidato di car free day (CFD), sekitar pukul 07.30 WIB. Kemudian kami akan memutar SSA (sistem satu arah) dan akan ada inaugurasi di balai kota," ungkap Bima, saat ditemui di kediaman pribadinya di Pendopo 6, Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Jumat (19/4).

Bima mengakui yang menjadi catatan selama periode pertama kepemimpinannya ialah masalah transportasi. Ia menyatakan hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) terberat.

"Harus jujur saya akui saya kurang puas. Catatannya baik alhamdulillah, khusus transportasi masih banyak catatan. Rerouting, konversi, pembangun R3, R2, BIR masih agak terhambat. Itu catatan saya paling utama," ungkap Bima.

Namun, ada juga catatan yang dianggapnya tidak kalah penting demi berjalannya realisasi program-program yang dicanangkannya.

"Catatan saya, memang enggak bisa kerja sendiri-sendiri. Kebersamaan itu penting. Jadi pimpinan itu harus menjaga kebersamaan dan selalu mendorong semua bergerak bersama-sama. Enggak bisa. Siapa pun yang ada di sini harus sama. Catatan lain saya, kita harus selalu membuka diri, berkolaborasi dengan kampus komunitas dan pihak-pihak lain," pungkasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Dedi A Rachim mengatakan, tidak ada persiapan khusus. Menurutnya, hal yang paling utama ialah proses pelantikan.

"Saya pikir justru kita harus kembali ke situasi di mana kita menyadari bahwa kita ini bangsa yang besar dan harus bersatu. Tugas saya dan Kang Bima mengingatkan hal itu. Jadi, perbedaan sementara karena pilpres dan pileg tidak akan berlangsung lama. Bangsa kita sudah cukup dewasa dan selalu sudah siap dalam menghadapi proses-proses demokrasi," kata Dedie, menanggapi pelaksanaan yang dilakukan pascapilpres. Pascapelantikan nanti, Dedie menyatakan dirinya siap bekerja. Dia mengatakan dirinya akan melakukan apa pun tugas yang diberikan padanya. (DD/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More