Jumat 19 April 2019, 22:20 WIB

Importir Keluarkan Stok Bawang Putih

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Importir Keluarkan Stok Bawang Putih

MI/John Lewar
Harga bawang putih di Labuanbajo, Nusa Tenggara Timur

 

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) telah mulai melaksanakan kegiatan operasi pasar komoditas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, sejak Kamis (18/4).

Operasi pasar kali ini tidak ditujukan langsung kepada konsumen, tetapi kepada para pedagang eceran di pasar.

Bekerja sama dengan salah satu importir, yakni PT Mahkota Abadi Prima Jaya, bawang putih sebanyak 8 ton dijual kepada para pedagang eceran dengan harga Rp500 ribu per karung seberat 20 kg, atau Rp25 ribu per kg.

“Operasi pasar dilakukan untuk menindaklanjuti permintaan Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) kepada para importir untuk mengeluarkan stok dan membantu menstabilkan harga,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tjahya Widayanti.

Dengan kegiatan itu, di tingkat grosir, bawang putih dapat dijual Rp20 ribu per kg. Diharapkan harga di konsumen akan berada di kisaran Rp30 ribu-Rp32 ribu per kg. Adapun di ritel modern dengan kondisi yang sudah terkupas bersih diproyeksikan Rp35 ribu per kg.

Tjahya menekankan operasi pasar akan terus dilakukan hingga harga bawang putih kembali turun ke level normal di kisaran Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg di tingkat konsumen.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Stra­tegis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata nasional bawang putih ukuran sedang, pada Kamis (18/4), telah mencapai Rp 44.250/kg, naik 7,53% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Ia mengungkapkan sejauh ini sudah ada lima importir yang berkomitmen untuk membanjiri pasar dengan komoditas hortikultura tersebut.

Diperkirakan, ada sekitar 100 ribu ton stok bawang putih yang masih tersedia dari sisa impor tahun lalu. Adapun kebutuhan rata-rata per bulan secara nasional ialah 30 ribu ton.

Izin impor keluar
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan 7 dari 8 perusahaan swasta akan mendapatkan izin impor bawang putih.

Oke menjelaskan bahwa delapan perusahaan yang mendapatkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) sudah mengajukan untuk mendapatkan izin impor. Namun, hanya tujuh perusahaan yang dinyatakan lengkap. “Tujuh (perusahaan swasta) akan keluar (izin impornya),” katanya.

Lebih lanjut, kata Oke, pihaknya sudah meminta kepada ketujuh perusahaan tersebut untuk melaporkan kapan impor bawang putih tersebut akan masuk ke dalam negeri dan akan melalui pelabuhan mana. Hal itu dilakukan agar pihaknya bisa melakukan langkah selanjutnya.

Dengan keluarnya izin impor tujuh perusahaan itu hampir bisa dipastikan Perum Bulog tidak lagi menjalankan penugasan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton.

Penugasan terhadap Bulog itu dipandang banyak pihak tidak tepat karena bisa menimbulkan praktik persaingan tidak sehat akibat Bulog tidak melakukan wajib tanam bawang putih sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian. (E-1)

Baca Juga

Dok. PTPP

PTPP Catatkan Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2019

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:34 WIB
Pembagian dividen tunai (dividend payout ratio) sebesar 22,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setara...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Gubernur BI Bantah Tudingan Dana Haji Dipakai Perkuat Rupiah

👤Antara 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:39 WIB
Perry Warjiyo menampik soal dana haji sebesar 600 juta dolar AS yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) digunakan untuk...
Antara

Fase Kenormalan Baru Bakal Menggerus Tenaga Kerja

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:25 WIB
JELANG memasuki fase new normal atau kenormalan baru korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang di rumahkan resah. Mereka kawatir...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya