Pemerintah Segera Gugat Uni Eropa

Penulis: (Pra/E-2) Pada: Jumat, 19 Apr 2019, 22:00 WIB Ekonomi
Pemerintah Segera Gugat Uni Eropa

Antara
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan

PEMERINTAH tengah menyiapkan law firm dalam melawan diskriminasi sawit oleh Uni Eropa di World Trade Organization (WTO). Saat ini, ada lima law firm yang tengah dipertimbangkan pemerintah.

“Kita melakukan konsultasi hukum dengan bebera­pa calon law firm yang akan kita hire,” kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan seusai rapat koordinasi mengenai sawit di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/4).

Selain pemerintah, Oke mengatakan bahwa pengusaha swasta juga akan melayangkan gugatan ke European Court of Justice.

Nantinya akan dibahas kembali pihak swasta mana yang akan mewakili Indonesia untuk mengajukan gugatan tersebut.

“Kita akan rapatkan siapa yang akan mewakili. Apakah atas nama asosiasi?” ucapnya.

Selain itu, melayangkan gugatan, lanjut Oke, pemerintah juga berencana membentuk satuan tugas (satgas) atau task force dalam menghadapi diskriminasi sawit yang dilakukan Uni Eropa.

“Nanti kita akan ada tim karena birokratnya susah, jadi harus ada kepanitiaan khusus. Akan ada aturan Kemenko (Perekonomian) untuk menetapkan siapa-siapa anggotanya,” kata Oke.

Beberapa waktu lalu, Menko Perekonomian Darmin Nasution memimpin dele­gasi Indonesia bertemu dengan perwakilan Uni Eropa membahas soal diskriminasi ini. Kata Darmin, kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II dan Delegated Regulation yang mengatur penggunaan energi terbarukan di Uni Eropa (UE) merupakan murni tindakan yang dilatarbelakangi ketakutan.

Ia menjelaskan metodo­logi dan hipotesis parlemen UE tentang risiko dan pengaruh buruk kelapa sawit atas perusakan hutan ditetapkan secara sepihak, bertentangan dengan fakta sebenarnya dan tanpa impact analysis.

Kenyataannya, sebagai penghasil minyak nabati, kelapa sawit memiliki tingkat penggunaan lahan paling rendah ketimbang tanaman penghasil lainnya, seperti kedelai, bunga matahari, dan rapeseed yang dipro­duksi Uni Eropa.
“Mereka hanya merasa kalah bersaing. Produktivitas penghasil minyak nabati mereka sangat kecil dan tanah mereka tidak bisa ditanami sawit,” ujarnya, pekan lalu. (Pra/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More