Tantangan setelah Pemilu

Penulis: Dominikus Dalu Sogen Asisten Madya Ombudsman pada Ombudsman Republik Indonesia Pada: Sabtu, 20 Apr 2019, 01:20 WIB Opini
Tantangan setelah Pemilu

MI/Seno
Ilustrasi

BARANGKALI masih relevan mengutip salah satu pesan bijak bapak bangsa Amerika Serikat, Abraham Lincoln, yang menjadi presiden pada 1861-1865. Yaitu ‘aku tidak terikat untuk menang, tapi aku terikat untuk benar.

Aku tidak terikat untuk berhasil, tapi aku terikat untuk hidup dengan cahaya yang aku miliki. Aku harus berdiri dengan orang-orang yang berdiri dengan benar dan berdiri di sampingnya ketika ia benar, dan menjadi bagian dirinya ketika ia mulai melakukan kesalahan’.

Lincoln yang berlatar belakang keluarga petani miskin, menjadi salah satu pemimpin besar pada zamannya dan selalu menjadi insipirasi bagi siapa pun yang berjuang membela kebenaran dan keadilan. Ia juga dijuluki The Honest Abe atau si Abe yang jujur karena integritas dan dedikasi pada bangsa dan negaranya.

Presiden Lincoln sering juga disebut sebagai pejuang kemanusiaan yang pantang menyerah serta gigih memperjuangkan hak orang kecil. Beliau bahkan digambarkan sebagai presiden untuk rakyat kecil atau rakyat jelata.

Rupanya sosok seperti Lincoln masih sangat dibutuhkan dunia pada saat ini, termasuk kita di Indonesia, terlebih pasca-Pemilu 2019 yang baru kita lalui. Kemenangan dalam pemilu yang ditempuh dengan cara jurdil tentunya menjadi harapan kita semua.

Sebaliknya, mengklaim kemenangan tanpa dasar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan merupakan tindakan yang tidak sportif. Bahkan, mengingkari prinsip atau nilai-nilai demokrasi yang dijunjung tinggi.

Walaupun hasil pemilu Indonesia baru akan diumumkan secara resmi oleh KPU paling lama 35 hari setelah Pemilu 2019 atau sekitar 22 Mei 2019. Akan tetapi, hasil penghitungan cepat yang secara ilmiah sudah terbukti dan dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya oleh beberapa lembaga survei yang kredibel sehingga setidaknya sudah dapat diketahui siapa pemenangnya.

Barangkali kita perlu mencamkan apa yang disampaikan AC Nielsen Jr, pakar riset dan informasi pemilik lembaga survei yang sangat terkenal di dunia, ‘If you don’t believe in random sampling, the next time you have blood test, tell the doctor to take it all’. Jika Anda tidak percaya dengan sampling acak, lain kali bila Anda melakukan tes darah, memberi tahu dokter untuk mengambil semuanya.     
   
Kutipan ini mungkin berupa anekdot dan hanya ingin menggambarkan kepada kita semua bahwa keakuratan dari hasil penghitungan cepat akan tidak berbeda jauh dari hasil sesungguhnya dalam penghitungan oleh lembaga resmi dalam hal ini KPU.  

Kemenangan dalam pemilu merupakan sesuatu yang patut disyukuri dalam pesta demokrasi yang konon terbesar di dunia karena dilaksanakan serempak dalam satu hari, kecuali pemilu di luar negeri.     

Apresiasi pada seluruh masyarakat Indonesia yang menggunakan haknya dalam pemilu dengan sangat demokratis. Termasuk penyelenggara pemilu, Polri dan TNI, terlepas dari beberapa permasalahan yang juga relatif dapat teratasi.

Bangun persatuan dan penuhi janji
Dalam kontestasi politik pada alam demokrasi, kemenangan dan kekalahan para calon harusnya disikapi dengan tidak jemawa bagi yang menang dan harus menerima kekalahan dengan legawa bagi yang belum berhasil menang, sepanjang pemilu telah diselenggarakan dengan jurdil.

Bila pun terdapat keberatan karena dugaan kecurangan dan kesalahan yang menguntungkan kandidat tertentu, instrumen hukum telah menyediakan tempatnya, baik melalui penyelenggara pemilu maupun melalui proses hukum, termasuk dengan mengajukan gugatan melalui MK.      

Oleh karenanya, ada pekerjaan rumah pascapemilu yang segera diselesaikan dan ditunggu publik. Pertama, mengawal proses penghitungan suara real yang saat ini sedang berlangsung serta menyelesaikan beberapa permasalahan yang belum tuntas, seperti memastikan pelaksanaan dan hasil pemilu ulang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kedua, konsolidasi pemenangan hendaknya dilakukan tanpa pengerahan massa yang berlebihan sebagaimana imbauan Polri agar menjaga suasana kondusif yang selama ini relatif sudah terbangun secara baik.

Para tokoh politik sudah saatnya kembali bergandengan tangan menunjukkan kesejukan karena kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya dari pada kepentingan pribadi, partai, atau golongan.

Ketiga, kedua calon presiden dan wakil presiden tentunya juga pada tempatnya membuka kembali dialog dan saling memberikan dukungan siapa pun yang menang dan kalah. Sebagai wujud kenegarawan dan bentuk penghormatan dan pengamalan pada sila ketiga dan keempat Pancasila.     

Lebih dari pada itu, calon presiden terpilih dan para caleg dan DPD terpilih kiranya mempersiapkan diri untuk melanjutkan kepemimpinan politik pada lima tahun ke depan. Janji-janji kampanye sesuai visi-misi para calon agar semaksimalnya diwujudkan serta dirasakan manfaatnya untuk publik.  

Rakyat akan bangga dengan para pemimpinnya jika antara perkataan dan janji yang pernah diucapkan tidak merupakan pepesan kosong. Suara yang diberikan rakyat setimpal dengan apa yang diperbuat sang pemimpin sehingga cita-cita untuk kesejahteraan dan keadilan serta masa depan Indonesia yang lebih baik akan dirasakan masyarakat.  

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More