KPU Keberatan Disebut Curang

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Jumat, 19 Apr 2019, 15:40 WIB Politik dan Hukum
KPU Keberatan Disebut Curang

ANTARA FOTO/Reno Esnir/p
KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra merespons  tudingan adanya kecurangan terkait salah input jumlah suara pilpres di Sistem Perhitungan (Situng) Pemilu 2019 di laman daring KPU.

Ilham menegaskan tudingan tersebut tidak benar. Kesalahan input di Situng adalah murni kesalahan tidak disengaja.

"Tidak ada itu kesengajaan atau kecurangan atau apapun itu, tidak ada sama sekali. Saat ini baru tercatat lima TPS (yang salah input Situng) dan itu human error. Ketika kami tahu, kami langsung perbaiki. Jadi sekarang di Dumai dan di Jakarta sudah diperbaiki. Di NTB, Maluku, Jawa Tengah sedang kami perbaiki," ujar Ilham di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Jumat (19/4).

Data Situng KPU RI terhadap perolehan suara TPS 10, Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai, Provinsi Riau, sempat menunjukkan pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat 26 suara sah. Adapun paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 41 suara sah.

Setelah dicocokan dengan formulir C1 plano, terdapat ketimpangan. Paslon 01 mendapat 26 suara sah dan paslon 02 mendapat 141. Dengan demikian terdapat 100 suara hilang.

Baca juga : KPU Koreksi Kesalahan Input di Situng

Lalu data di Situng KPU RI DKI Jakarta, Jatinegara, Bidara Cina di TPS 093, paslon 01 mendapat 180 suara sah sedangkan paslon 02 dengan 56 sah. Namun, formulir C1 plano menunjukkan paslon 01 mendapat 47 suara sah dan capres 02 mendapat 162, ada 106 suara hilang.

"Ini prinsipnya adalah masyarakat silakan memantau Situng. Kemudian memastikan bahwa C1 yang masyarakat pegang kalau ada ketidaksesuain silahkan lapor ke kami. Tapi tidak dengan cara memviralkan, membuat meme-meme yang menganggap KPU curang. Tidak ada sama sekali itu, jadi sekali lagi ini human error," tegas Ilham.

Ia menyampaikan rekapitulasi berjenjang yang akan digunakan sebagai hasil resmi untuk pemilu 2019. Situng hanyalah bentuk informasi ke masyarakat sekaligus bentuk transparansi KPU sebagai institusi negara.

"Jadi itu betul-betul kesalahan entri. Tentu saja ini bagian dari transparansi kita kepada masyarakat untuk dapat mengakses dan dapat juga memberitahukan kepada kami kalau ada kesalahan pengentrian dalam proses pemasukan perhitungan suara," tandasnya. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More