BPN Klaim telah Kantongi Data 500 Ribu TPS

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Kamis, 18 Apr 2019, 21:05 WIB Politik dan Hukum
BPN Klaim telah Kantongi Data 500 Ribu TPS

MI/Susanto
Juru bicara BPN, Andre Rosiade

KUBU calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali menggelar jumpa pers untuk menegaskan kemenangan di Pemilihan Umum Presiden 2019.

Mereka mengklaim kemenangan tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan tim dan saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di seluruh daerah.

"Kami telah mengumpulkan data dari seluruh provinsi. Sudah 60% dari seluruh TPS (tempat pemungutan suara), sekitar hampir 500 ribu TPS, hasilnya menegaskan kemenangan Prabowo-Sandiaga," ujar juru bicara BPN, Andre Rosiade, di Rumah Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4) malam.

Andre mengatakan, saat ini tim BPN masih terus bekerja agar bisa menghimpun lebih banyak data.

"Data C1 lainnya masih dicoba dikumpulkan. Tapi yang pasti dari data yang ada saat ini saja sudah menegaskan kemenangan kami, data kami lebih banyak dari data yang digunakan lembaga-lembaga survei," ujar Andre.


Baca juga: Didampingi Sandiaga, Prabowo Kembali Klaim Kemenangan


Sementara itu, BPN juga mengatakan tengah mengumpulkan bukti pelanggaran Pilpres 2019. Mereka menyebut pelanggaran-pelanggaran yang mereka temukan bukan pelanggaran yang ringan.

Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursydan Baldan, mengatakan pelanggaran tersebut di antaranya ialah kesalahan data dalam daftar pemilih tetap (DPT). Misalnya adanya pemilih yang pindah tetapi tetap terdaftar sebagai DPT di tempat semula.

"Data dari parpol koalisi menyebutkan jumlah data di TPS banyak masalah yang ditemukan, jumlah pemilih yang menggunakan hak suara berbeda," ujar Ferry.

Saat ini, pengumpulan data pelanggaran masih dilakukan. Nantinya akan diputuskan langkah selanjutnya terkait temuan pelanggaran-pelanggaran tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More