Kemendag Gelar Operasi Pasar Bawang Putih untuk Turunkan Harga

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Kamis, 18 Apr 2019, 20:28 WIB Ekonomi
Kemendag Gelar Operasi Pasar Bawang Putih untuk Turunkan Harga

MI/Solmi
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tjahya Widayanti.

KEMENTERIAN Perdagangan menggelar kegiatan operasi pasar komoditas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (18/4)

Operasi pasar kali ini tidak ditujukan langsung kepada konsumen, tetapi kepada para pedagang eceran di pasar tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya gejolak atau protes dari pedagang-pedagang kecil.

Bekerja sama dengan salah satu importir yakni PT Mahkota Abadi Prima Jaya, bawang putih sebanyak 8 ton dijual kepada para pedagang eceran dengan harga Rp500 ribu per karung seberat 20 kg, atau Rp25 ribu per kg.

"Operasi pasar dilakukan untuk menindaklanjuti permintaan Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) kepada para importir untuk mengeluarkan stok dan membantu menstabilkan harga," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tjahya Widayanti.

Melalui kegiatan itu, di tingkat grosir, bawang putih dijual seharga Rp20 ribu per kg. Dengan begitu, diharapkan harga di konsumen akan berada di kisaran Rp30 ribu-Rp32 ribu per kg.

Baca juga : Bulog tidak Perlu Jadi Importir Bawang

Adapun, di ritel modern dengan kondisi yang sudah rerkupas bersih diproyeksikan Rp35 ribu per kg.

Tjahya menekankan operasi pasar akan terus dilakukan hingga harga bawang putih kembali turun ke level normal di kisaran Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg di tingkat konsumen.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata nasional bawang putih ukuran sedang, pada Kamis (18/4), telah mencapai Rp44.250/kg, naik 7,53% dibandingkan sehari sebelumnya.

Ia mengungkapkan sejauh ini sudah ada lima importir yang berkomitmen untuk membanjiri pasar dengan komoditas hortikultura tersebut.

Diperkirakan, ada sekitar 100 ribu ton stok bawang putih yang masih tersedia dari sisa impor tahun lalu. Adapun, kebutuhan rata-rata per bulan secara nasional ialah 30 ribu ton

"Per hari kita akan keluarkan minimal delapan sampai sepuluh ton, kalau bisa lebih 20 ton ya akan dikeluarkan segitu," tandas Tjahja. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More